Kabar JakartaNews With Data

OTT Pejabat Diknas Jeneponto, Pelaku Resmi Jadi Tersangka

Operasi Tangkap Tangan

  • Rubrik : Citizen Report
  • Penulis : Nurul Gaffar
  • Terbit : Terbit 23/1/18
OTT Pejabat Diknas Jeneponto, Pelaku Resmi Jadi Tersangka
[Foto: Nurul Gaffar]

KabarMakassar.com, Jeneponto --- Setelah diperiksa kurang lebih 10 jam di Kejaksaan Negeri (Kejari) Jeneponto terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT), Kepala Seksi Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan Sekolah Dasar (PTK SD) Bidang Pembinaan Ketenagaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jeneponto, SKR, resmi ditetapkan sebagai tersangka.

SKR diduga melakukan pungutan liar( pungli) penerbitan SK Bupati dan SK Diknas untuk Guru Honorer di Dinas Pendidikan Jeneponto.

Usai ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri Jeneponto, SKR langsung digiring ke rumah tahanan (rutan) Kelas II B Jeneponto.

Selain SKR, ada sekitar 9 orang lainnya yang diamankan pada saat OTT di ruang Kepala Seksi PTK SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jeneponto.

“Ya, sementara satu orang (tersangka) dan sudah diantar ke rumah tahanan (rutan). Sementara yang didalami peranannya, dan masih dalam penyelidikan lebih lanjut,” jelas Kepala Seksi Pidanan Umum (Kasipidum) Kejari Jeneponto, Budi Utama, Senin (22/1/2018) malam.

Sebelumnya diberitakan, Kejaksan Negeri (Kejari) Jeneponto menggelar konferensi pers terkait dugaan OTT di kantor Dinas Pendidikan Jeneponto.

Kejari Jeneponto Darmukit mengatakan, dalam OTT itu, ditemukan barang bukti sejumlah uang kurang lebih Rp17 juta, beberapa dokumen, serta mengamankan 10 orang pegawai.

“Mereka diamankan Diduga ada permintaan uang kepada guru-guru honorer yang akan mendapatkan SK Penetapan Bupati." ungkap Darmukit.

Mereka dimintai sejumlah uang, begitu kita dapat informasi dari masyarakat itu perlu ditindaklanjuti. Kita sudah periksa 10 orang saksi,” jelas Darmukit. Senin, 22 Januari 2018 lalu.

Ini kemungkinan masih banyak lagi akan diperiksa. Karena dalam SK Bupati itu terdapat tenaga honor kurang lebih 1.125 guru tidak tetap. (*)