KabarJakarta.com — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuka peluang investasi baru dari pengusaha asal Hangzhou, China. Kota yang dikenal sebagai salah satu pusat ekonomi digital dan teknologi di China itu dinilai memiliki potensi besar untuk memperkuat sektor usaha di Ibu Kota, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Uus Kuswanto menegaskan, Pemprov DKI siap menyambut dan memfasilitasi masuknya investasi dari para pengusaha Hangzhou. Jakarta dinilai memiliki posisi strategis sebagai pusat bisnis Indonesia, sementara Hangzhou menawarkan keunggulan dalam teknologi, inovasi, dan pengembangan industri.
Komitmen tersebut disampaikan Uus dalam jamuan pendirian Kamar Dagang Hangzhou di Indonesia (Indonesia Hangzhou Chamber of Commerce) di Jakarta, Kamis (5/11) malam.
Menurut Uus, hubungan Jakarta dengan Hangzhou tidak semestinya hanya dipandang sebagai hubungan perdagangan biasa. Kedua kota memiliki keunggulan ekonomi yang dapat saling melengkapi, terutama dalam pengembangan teknologi dan perluasan kegiatan usaha.
"Kami melihat Hangzhou, bukan hanya sebagai mitra biasa, tetapi sebagai mitra strategis dalam hal inovasi, teknologi, dan pengembangan usaha," papr Uus.
Hangzhou memiliki daya tarik karena perkembangan ekonomi digital, manufaktur cerdas, dan industri kreatifnya. Keunggulan tersebut membuka peluang bagi perusahaan di Jakarta untuk mengakses teknologi, memperkuat kapasitas produksi, serta mengembangkan model bisnis berbasis digital.
Sebaliknya, Jakarta menawarkan akses ke pasar Indonesia yang besar, infrastruktur bisnis, sumber daya manusia, serta jaringan perdagangan nasional. Kombinasi kedua potensi tersebut dapat menjadi landasan kerja sama yang tidak hanya berorientasi pada perdagangan barang, tetapi juga investasi, transfer pengetahuan, dan pengembangan industri.
Dengan demikian, kemitraan yang dibangun diharapkan menghasilkan manfaat ekonomi jangka panjang bagi kedua pihak.
DKI siapkan iklim investasi kondusif
Untuk merealisasikan peluang tersebut, Pemprov DKI menyatakan akan terus memperkuat iklim investasi, meningkatkan kemudahan berusaha, dan mendorong kolaborasi antara pemerintah dengan sektor swasta.
Uus menilai, Jakarta memiliki sejumlah modal penting untuk menarik investor asing. Selain menjadi pusat bisnis Indonesia, Ibu Kota ditopang infrastruktur, ketersediaan sumber daya manusia, serta ekosistem usaha yang mendukung kegiatan perdagangan dan investasi.
Namun, kesiapan tersebut perlu diwujudkan melalui pelayanan investasi yang efektif, kepastian berusaha, serta koordinasi yang baik antara pemerintah dan perusahaan. Dengan demikian, investor tidak hanya tertarik masuk, tetapi juga memiliki kepastian untuk mengembangkan bisnis dalam jangka panjang.
Pemprov DKI berharap kerja sama perusahaan Jakarta dan Hangzhou dapat menjangkau berbagai sektor potensial. Mulai dari perdagangan, teknologi digital, industri kreatif, hingga sektor ekonomi lain yang memiliki prospek pertumbuhan.
"Kami berharap, kesepakatan yang terbangun antara perusahaan di Jakarta dengan Hangzhou bisa menjangkau berbagai sektor potensial. Mulai dari perdagangan, teknologi digital, industri kreatif, hingga sektor ekonomi lain yang punya prospek di masa depan," papar Uus.
Modal ekonomi digital dan manufaktur Hangzhou
Potensi kerja sama dengan Hangzhou tidak terlepas dari perkembangan ekonomi kota tersebut. Berdasarkan laporan statistik Pemerintah Kota Hangzhou 2025, nilai tambah industri inti ekonomi digital mencapai 678 miliar yuan atau sekitar 29,5 persen dari produk domestik bruto (PDB) kota tersebut. Sektor itu tumbuh 9,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Angka tersebut memperlihatkan bahwa ekonomi digital bukan sekadar sektor pendukung, melainkan salah satu penggerak utama perekonomian Hangzhou.
Keunggulan ini membuka peluang kerja sama dengan Jakarta, terutama dalam pengembangan layanan digital, teknologi industri, manufaktur cerdas, dan industri kreatif. Masuknya perusahaan dengan kemampuan teknologi tersebut berpotensi memperluas akses terhadap inovasi, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat daya saing pelaku usaha lokal.
Ketua Kamar Dagang Hangzhou di Indonesia, Ya Daifeng, menyampaikan perusahaan-perusahaan asal Hangzhou memiliki keunggulan dalam ekonomi digital, manufaktur cerdas, dan industri kreatif.
Dia menegaskan, Kamar Dagang Hangzhou di Indonesia berkomitmen menjadi penghubung antara kekuatan industri dan kemampuan wirausaha Hangzhou dengan besarnya peluang pasar Indonesia.
Kehadiran organisasi tersebut diharapkan mempermudah komunikasi antarpelaku usaha, memperluas jaringan perdagangan, serta membuka peluang investasi yang lebih konkret.
Perdagangan Indonesia-China jadi modal kerja sama
Optimisme terhadap peluang investasi Hangzhou juga ditopang hubungan ekonomi Indonesia dan China yang telah berkembang dalam skala bilateral. Kedua negara meningkatkan hubungan dari kemitraan strategis pada 2005 menjadi kemitraan strategis komprehensif pada 2013.
Kerja sama tersebut mencakup perdagangan, investasi, infrastruktur, teknologi, ekonomi digital, dan berbagai bidang lainnya. Pada 2024, kedua negara kembali menegaskan komitmen memperkuat kemitraan tersebut melalui pernyataan bersama saat kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke China.
Besarnya hubungan perdagangan kedua negara juga terlihat dari data Badan Pusat Statistik (BPS). Selama Januari-September 2026, nilai ekspor nonmigas Indonesia ke China mencapai 54,17 miliar dolar AS. Sementara itu, impor Indonesia dari China tercatat sebesar 76,16 miliar dolar AS.
Data tersebut menunjukkan nilai impor masih lebih besar dibandingkan ekspor, dengan selisih sekitar 21,99 miliar dolar AS.
Komoditas nikel dan produk turunannya serta minyak nabati menjadi bagian penting ekspor Indonesia ke China. Sebaliknya, mesin dan peralatan elektronik merupakan salah satu kelompok utama impor dari negara tersebut. Plastik juga termasuk komoditas dalam perdagangan kedua negara.
Besarnya nilai perdagangan itu menunjukkan adanya hubungan ekonomi yang kuat sekaligus peluang untuk memperluas kerja sama ke sektor bernilai tambah lebih tinggi.
Dalam konteks ini, investasi pengusaha Hangzhou berpotensi memberikan kontribusi lebih luas daripada sekadar meningkatkan arus modal. Kolaborasi teknologi, pengembangan industri, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia dapat memperkuat produktivitas serta daya saing ekonomi Indonesia.
Uus optimistis penguatan investasi pengusaha Hangzhou melalui Jakarta akan turut mendorong kinerja ekonomi nasional dan mempererat hubungan bilateral Indonesia-China.
Dia berharap pendirian Kamar Dagang Hangzhou di Indonesia menjadi momentum untuk mempertemukan kepentingan bisnis kedua negara dan menghasilkan kerja sama yang saling menguntungkan.
Catatan editorial: Angka perdagangan menunjukkan besarnya peluang, tetapi belum otomatis membuktikan adanya investasi baru. Realisasi kerja sama, nilai investasi, sektor sasaran, dan penyerapan tenaga kerja masih perlu ditindaklanjuti agar komitmen tersebut menghasilkan manfaat nyata bagi Jakarta dan Indonesia.