Langsung ke konten
Ekonomi Bisnis

DKI Gandeng Investor, Bidik Jakarta Masuk 20 Besar Kota Global pada 2045

Redaksi
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam acara High Tea Reception East Ventures x Jakarta City Government di Balairung, Balai Kota Jakarta, Senin (2/11/2026). Foto: Pemprov DKI Jakarta.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam acara High Tea Reception East Ventures x Jakarta City Government di Balairung, Balai Kota Jakarta, Senin (2/11/2026). Foto: Pemprov DKI Jakarta.

KabarJakarta.com — Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperkuat kolaborasi dengan investor untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan daya saing ibu kota. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjadikan Jakarta masuk dalam 20 besar kota global pada 2045.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menjelaskan, Jakarta memiliki fondasi ekonomi yang kuat untuk berkembang sebagai pusat bisnis dan investasi. Namun, potensi tersebut perlu didukung kolaborasi pemerintah dan sektor swasta agar pertumbuhan ekonomi memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

"Kinerja ekonomi Jakarta masih kuat. Hal itu terbukti dari pertumbuhan ekonomi triwulan II tahun 2026 sebesar 5,52 persen, 5,29 persen di atas nasional. Kontribusi terhadap perekonomian Indonesia sekitar 16,32 persen,” kata Pramono dalam acara High Tea Reception East Ventures x Jakarta City Government di Balai Kota Jakarta, Senin (2/11).

Pertumbuhan tersebut menunjukkan posisi strategis Jakarta dalam perekonomian nasional. Sebagai pusat bisnis, perdagangan, jasa, dan aktivitas keuangan, Jakarta memiliki basis kegiatan ekonomi yang dapat menjadi daya tarik bagi investor.

Besarnya kontribusi terhadap perekonomian Indonesia juga memperlihatkan bahwa perkembangan ekonomi Jakarta memiliki pengaruh signifikan terhadap aktivitas ekonomi nasional. Meski demikian, mempertahankan pertumbuhan membutuhkan investasi yang mampu meningkatkan produktivitas, menciptakan kegiatan usaha baru, dan memperkuat daya saing kota.

Karena itu, Pemprov DKI tidak hanya mengejar besarnya nilai investasi. Pemerintah daerah juga menekankan pentingnya dampak investasi terhadap kehidupan masyarakat, terutama melalui penciptaan lapangan kerja, transfer teknologi, dan penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Investasi yang membuka lapangan kerja dapat memperluas kesempatan masyarakat memperoleh penghasilan. Sementara itu, transfer teknologi dan pengetahuan membantu meningkatkan keterampilan tenaga kerja serta produktivitas perusahaan. Bagi UMKM, keterlibatan dalam rantai pasok perusahaan besar dapat membuka akses terhadap pasar, teknologi, dan peluang pengembangan usaha.

Untuk mencapai tujuan tersebut, Pemprov DKI membuka peluang investasi di sejumlah sektor strategis. Bidang transportasi terintegrasi dan pengembangan kawasan berorientasi transit menjadi salah satu prioritas untuk mendukung mobilitas masyarakat sekaligus mendorong aktivitas ekonomi di sekitar simpul transportasi.

Pengembangan kawasan berorientasi transit atau transit-oriented development (TOD) memungkinkan kawasan hunian, perkantoran, perdagangan, dan fasilitas publik terhubung dengan transportasi massal. Jika direncanakan dengan baik, pendekatan ini dapat meningkatkan efisiensi perjalanan dan membuka peluang usaha baru.

Peluang lain terdapat pada pengelolaan air dan sampah, serta pembangunan infrastruktur untuk memperkuat ketahanan pesisir. Kebutuhan terhadap layanan dasar dan perlindungan wilayah perkotaan dapat menjadi ruang bagi investasi yang mendukung keberlanjutan Jakarta.

Pemprov DKI juga melihat potensi pada kendaraan listrik, layanan kesehatan, pariwisata, dan infrastruktur digital. Pengembangan sektor-sektor tersebut dapat mendorong inovasi, meningkatkan kualitas layanan, serta memperkuat posisi Jakarta dalam persaingan antarkota global.

"Fokusnya bukan hanya tentang besar nilainya. Peluang investasi Jakarta sangat luas,” ujar Pramono.

Untuk menarik lebih banyak investor, Pemprov DKI berupaya meningkatkan kemudahan perizinan dan memperkuat layanan investasi terpadu. Langkah itu penting dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif, mengurangi hambatan administratif, dan memberikan kepastian bagi pelaku usaha dalam menjalankan rencana investasinya.

Kepastian regulasi dan proses perizinan yang efisien menjadi pertimbangan penting bagi investor sebelum menanamkan modal. Karena itu, kemudahan berusaha perlu disertai koordinasi antarlembaga dan pelayanan yang konsisten agar peluang investasi dapat direalisasikan.

Dalam upaya tersebut, perusahaan modal ventura dinilai memiliki peran strategis. Perusahaan ini dapat menghubungkan perusahaan rintisan (startup), talenta digital, dan UMKM dengan sumber permodalan, teknologi, serta jaringan bisnis internasional.

Akses tersebut penting bagi pelaku usaha yang memiliki potensi berkembang, tetapi menghadapi keterbatasan modal atau kesulitan menjangkau pasar yang lebih luas. Selain pendanaan, perusahaan modal ventura dapat membantu pengembangan bisnis dan mempertemukan pelaku usaha dengan mitra strategis.

Pramono berharap kolaborasi dengan East Ventures dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara pemerintah dan investor.

“Kami sangat berharap, kerja sama dengan East Ventures bisa dilakukan dengan baik-baik. Tentunya, kami dengan senang hati membuka diri untuk bekerja sama,” katanya.

Bagi Jakarta, tantangan berikutnya adalah memastikan peluang investasi tersebut benar-benar diwujudkan menjadi proyek produktif. Keberhasilannya tidak hanya ditentukan oleh besarnya modal yang masuk, tetapi juga oleh kemampuan investasi menciptakan pekerjaan, meningkatkan keterampilan tenaga kerja, dan memperkuat usaha lokal.

Dampak tersebut menjadi penting agar ambisi Jakarta masuk dalam 20 besar kota global pada 2045 tidak berhenti sebagai target pembangunan, melainkan tercermin dalam peningkatan daya saing ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua