KabarJakarta.com — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyeleksi 10 perusahaan rintisan (startup) melalui program Jakarta Startup Challenge. Sebanyak dua peserta dengan nilai tertinggi akan berangkat mewakili Jakarta dalam ajang AsiaBerlin Summit di Berlin, Jerman, pada 23–27 November 2026.
Seleksi pemenang berlangsung melalui kelas pitching di JB Tower, Jakarta Pusat, pada Senin (12/10). Dalam tahapan ini, setiap peserta mempresentasikan inovasi, potensi bisnis, serta rencana pengembangan usahanya di hadapan dewan juri.
Program tersebut menjadi salah satu upaya Pemprov DKI Jakarta untuk membuka peluang bagi perusahaan rintisan lokal, terutama yang dikembangkan anak muda, agar dapat memperluas jangkauan usaha dan memperkenalkan inovasinya di tingkat internasional.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta, Marulina Dewi, menjelaskan Jakarta Startup Challenge dirancang sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap pertumbuhan industri startup.
"Jakarta saat ini sedang menyelenggarakan Startup Challenge. Tujuannya memberi dukungan kepada anak-anak muda yang memiliki karya dan bergerak di bidang startup. Kami ingin jadi bagian dari ekosistem pendukung berkembangnya industri startup," papar Marulina.
Pemerintah daerah perlu mengambil bagian dalam membangun ekosistem yang memungkinkan pelaku usaha rintisan mengembangkan gagasan menjadi inovasi yang memiliki nilai bisnis. Dukungan tersebut sekaligus membuka ruang bagi anak muda untuk menunjukkan kemampuan dan potensi usahanya.
Sepuluh startup bersaing dalam seleksi
Jakarta Startup Challenge diikuti oleh 20 pendaftar. Setelah melalui proses seleksi awal, sebanyak 10 startup dinyatakan lolos ke tahap pitching untuk memperebutkan dua posisi sebagai perwakilan Jakarta di AsiaBerlin Summit.
Dalam proses penilaian, peserta tidak hanya memaparkan produk atau inovasi yang dikembangkan, tetapi juga potensi bisnis dan rencana pengembangan usaha. Aspek-aspek tersebut menjadi bagian dari pertimbangan dewan juri untuk menentukan peserta yang dinilai paling layak melangkah ke tingkat internasional.
Penilaian melibatkan sejumlah pihak, mulai dari perwakilan Diskominfotik DKI Jakarta, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), HI Incubator, hingga tim AsiaBerlin. Khusus tim AsiaBerlin mengikuti proses penilaian secara virtual.
"Tim AsiaBerlin juga melakukan penilaian secara virtual. Dari berbagai sisi, kita akan memberi penilaian startup mana yang terbaik," jelas Marulina.
Keterlibatan sejumlah pihak tersebut memberikan perspektif berbeda dalam proses seleksi. Penilaian tidak hanya melibatkan pemerintah daerah, tetapi juga unsur yang berkaitan dengan keamanan siber, inkubasi usaha, dan penyelenggara forum internasional yang menjadi tujuan para peserta.
Dua startup yang berhasil mengumpulkan nilai tertinggi akan berkesempatan mengikuti AsiaBerlin Summit. Forum tersebut merupakan ajang terbaik bagi peserta dalam memperkenalkan inovasi, memperluas jejaring profesional, serta bertukar pengetahuan dengan pelaku industri dan investor dari sejumlah negara.
Kesempatan tampil di Berlin juga dapat membuka akses bagi perusahaan rintisan untuk mengenal perkembangan industri global dan menjajaki peluang kerja sama. Namun, manfaat tersebut akan bergantung pada kesiapan masing-masing peserta dalam memanfaatkan jejaring dan peluang yang tersedia.
Ruang kerja gratis untuk pengembangan usaha
Dukungan Pemprov DKI tidak berhenti hanya pada kesempatan mengadakan seleksi forum internasional. Pemerintah juga menyediakan fasilitas ruang kerja secara gratis di Jakarta Future Hub selama dua bulan bagi para pemenang Jakarta Startup Challenge.
Fasilitas tersebut ditujukan untuk membantu peserta mengembangkan usaha sekaligus menyempurnakan inovasi yang mereka miliki. Dengan adanya ruang kerja, para pemenang bisa memanfaatkan waktu dalam memperkuat kesiapan konsep bisnis, sebelum maupun setelah memperkenalkan produknya kepada jejaring internasional.
Dukungan ruang kerja ini menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan yang mendukung pertumbuhan perusahaan rintisan. Pengembangan startup tidak hanya membutuhkan ide dan produk yang inovatif, tetapi juga kesempatan untuk mematangkan model bisnis, memperluas jaringan, dan meningkatkan kesiapan menghadapi persaingan.
Marulina mengungkapkan, pengembangan ekosistem startup berkaitan erat dengan upaya menjadikan Jakarta sebagai kota global. Transformasi digital tidak dapat dijalankan pemerintah secara mandiri tanpa keterlibatan pelaku industri dan pihak lain yang memiliki keahlian di bidangnya.
"Pemerintah tak bisa bekerja sendiri, namun perlu kolaborasi dengan banyak pihak. Salah satunya bersama mereka yang bergerak di bidang industri startup," jelasnya.
Melalui Jakarta Startup Challenge, Pemprov DKI berupaya mempertemukan dukungan pemerintah dengan potensi inovasi dari perusahaan rintisan lokal. Seleksi 10 peserta hingga penentuan dua wakil ke Berlin menjadi tahapan untuk membuka akses tersebut.
Keberhasilan program ini tidak hanya ditentukan oleh keikutsertaan dua startup dalam AsiaBerlin Summit, tetapi juga oleh kemampuan mereka mengembangkan usaha secara berkelanjutan. Fasilitas ruang kerja dan kesempatan membangun jejaring internasional akan menjadi modal bagi para pemenang untuk memperkuat inovasi dan meningkatkan daya saing bisnisnya.