Langsung ke konten
Ekonomi Bisnis

Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp93.650 per Kg, Telur Ayam Rp29.300

Redaksi
Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, yang dikelola Bank Indonesia, mencatat harga komoditas cabai rawit merah mencapai Rp93.650 per kilogram (kg), sedangkan telur ayam ras Rp29.300 per kg. Foto: ANTARA
Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, yang dikelola Bank Indonesia, mencatat harga komoditas cabai rawit merah mencapai Rp93.650 per kilogram (kg), sedangkan telur ayam ras Rp29.300 per kg. Foto: ANTARA

KabarJakarta.com — Harga sejumlah komoditas pangan di tingkat pedagang eceran nasional masih menunjukkan perbedaan yang cukup lebar. Cabai rawit merah menjadi salah satu komoditas dengan harga tertinggi setelah mencapai Rp93.650 per kilogram (kg). Sementara itu, harga telur ayam ras tercatat Rp29.300 per kg.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia (BI), harga tersebut tercatat pada Selasa pukul 07.15 WIB. Data ini memberikan gambaran mengenai kondisi harga berbagai kebutuhan pokok, mulai dari cabai, beras, daging, gula pasir hingga minyak goreng.

Tingginya harga cabai rawit merah menjadi perhatian karena komoditas ini banyak digunakan dalam konsumsi rumah tangga maupun usaha kuliner. Dengan harga mendekati Rp100.000 per kg, cabai rawit merah menjadi salah satu komoditas yang perlu dicermati dalam perkembangan harga pangan.

Perbandingan dengan catatan PIHPS pada Senin (2/11) pukul 20.43 WIB menunjukkan harga cabai rawit merah mulai mengalami penurunan. Saat itu, harganya masih Rp94.400 per kg. Dengan demikian, terjadi penurunan Rp750 per kg pada pencatatan terbaru.

Penurunan juga terlihat pada beberapa jenis cabai lainnya. Cabai merah besar turun dari Rp71.700 menjadi Rp70.300 per kg. Cabai merah keriting berkurang dari Rp85.000 menjadi Rp84.400 per kg. Adapun cabai rawit hijau turun dari Rp78.000 menjadi Rp77.300 per kg.

Meski demikian, harga berbagai jenis cabai masih relatif tinggi. Cabai rawit merah tetap menjadi komoditas dengan harga tertinggi dalam kelompok cabai, disusul cabai merah keriting dan cabai rawit hijau.

Perkembangan harga tersebut menunjukkan adanya koreksi dalam waktu singkat. Namun, penurunan pada pencatatan ini belum cukup untuk menyimpulkan bahwa harga cabai telah memasuki tren penurunan yang berkelanjutan.

Harga beras relatif stabil

Berbeda dengan cabai, harga beras relatif tidak banyak berubah. PIHPS mencatat beras kualitas bawah I sebesar Rp14.900 per kg dan kualitas bawah II Rp14.800 per kg.

Untuk beras kualitas medium, harga medium I mencapai Rp16.700 per kg, sedangkan medium II Rp16.500 per kg. Adapun beras kualitas super I tercatat Rp18.050 per kg dan super II Rp17.500 per kg.

Jika dibandingkan dengan pencatatan Senin malam, beras kualitas bawah I turun Rp50 per kg dari Rp14.950. Beras bawah II turun Rp100 dari Rp14.900 per kg.

Sementara itu, beras medium I tidak mengalami perubahan karena masih berada di level Rp16.700 per kg. Beras medium II hanya turun Rp50 dari sebelumnya Rp16.550 per kg.

Perbedaan harga juga terlihat pada beras kualitas super. Kualitas super I naik Rp100 dari Rp17.950 menjadi Rp18.050 per kg. Adapun kualitas super II bertahan di Rp17.500 per kg.

Kondisi ini memperlihatkan bahwa harga beras cenderung stabil dengan perubahan relatif kecil. Pergerakan tersebut berbeda dengan kelompok cabai yang mengalami penurunan lebih besar dalam periode perbandingan yang sama.

Harga daging ayam dan sapi berbeda arah

Pada kelompok protein hewani, harga daging ayam ras segar tercatat Rp39.000 per kg. Angka tersebut turun tipis Rp50 dibandingkan pencatatan sebelumnya sebesar Rp39.050 per kg.

Sementara itu, harga daging sapi kualitas I mencapai Rp153.350 per kg, sedikit meningkat Rp50 dari sebelumnya Rp153.300 per kg. Sebaliknya, daging sapi kualitas II turun Rp250 dari Rp144.700 menjadi Rp144.450 per kg.

Perubahan tersebut menunjukkan harga daging ayam dan sapi relatif stabil. Meskipun terdapat kenaikan pada daging sapi kualitas I, besarnya perubahan belum menunjukkan pergerakan harga yang signifikan.

Untuk komoditas telur ayam ras, PIHPS mencatat harga Rp29.300 per kg. Harga ini turun Rp150 dibandingkan pencatatan sebelumnya sebesar Rp29.450 per kg.

Harga gula tidak berubah, minyak goreng bervariasi

Pada kelompok gula pasir, harga kualitas premium tercatat Rp20.650 per kg, sedangkan gula pasir lokal Rp19.600 per kg. Kedua komoditas tersebut tidak mengalami perubahan dibandingkan pencatatan sebelumnya.

Sementara itu, harga minyak goreng menunjukkan pergerakan yang relatif kecil. Minyak goreng curah tercatat Rp20.350 per liter, naik Rp50 dibandingkan sebelumnya Rp20.300 per liter.

Minyak goreng kemasan bermerek I justru turun Rp50 dari Rp24.500 menjadi Rp24.450 per liter. Adapun minyak goreng kemasan bermerek II tidak berubah dan tetap Rp23.700 per liter.

Secara keseluruhan, perbandingan data menunjukkan sebagian besar komoditas pangan mengalami perubahan harga yang terbatas. Penurunan paling terlihat terdapat pada kelompok cabai, sedangkan beras, daging, gula, dan minyak goreng cenderung bergerak stabil.

Meski demikian, angka PIHPS merupakan rata-rata harga nasional di tingkat pedagang eceran. Harga yang dibayarkan konsumen dapat berbeda di setiap daerah, bergantung pada kondisi pasokan, permintaan, dan distribusi.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua