Langsung ke konten
Ekonomi Bisnis

Jakarta Bidik Pasar Wisata Daerah Lewat Forum Bisnis JTF 2026

Redaksi Diperbarui
Disparekraf DKI Jakarta mematangkan penyelenggaraan Forum Bisnis Jakarta Travel Fair (JTF) 2026 yang dijadwalkan berlangsung di 4 kota di Indonesia, yaitu Medan, Balikpapan, Makassar, dan Padang, dari akhir Oktober sampai November. Foto: Disparekraf DKI
Disparekraf DKI Jakarta mematangkan penyelenggaraan Forum Bisnis Jakarta Travel Fair (JTF) 2026 yang dijadwalkan berlangsung di 4 kota di Indonesia, yaitu Medan, Balikpapan, Makassar, dan Padang, dari akhir Oktober sampai November. Foto: Disparekraf DKI

KabarJakarta.com — Jakarta tidak hanya ingin dikenal sebagai pusat pemerintahan dan bisnis. Ibu kota juga menawarkan beragam pengalaman wisata, mulai dari kekayaan sejarah, budaya, hingga kuliner yang tumbuh di tengah kehidupan masyarakat perkotaan. Untuk memperluas daya tarik tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan strategi promosi melalui Forum Bisnis Jakarta Travel Fair (JTF) 2026 di empat kota di Indonesia.

Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta menjadwalkan forum bisnis tersebut berlangsung di Medan, Balikpapan, Makassar, dan Padang pada akhir Oktober hingga November 2026. Kegiatan ini dirancang bukan sekadar memperkenalkan destinasi wisata Jakarta, tetapi juga mempertemukan pelaku industri pariwisata untuk membangun kerja sama bisnis yang saling menguntungkan.

Melalui forum ini, Jakarta berupaya memperluas jangkauan pemasaran sekaligus membuka akses menuju pasar wisatawan di berbagai daerah. Kolaborasi dengan biro perjalanan dan pelaku usaha lokal diharapkan dapat membantu produk wisata Jakarta menjangkau calon pengunjung secara lebih efektif.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta, Andhika Permata, menjelaskan Forum Bisnis JTF merupakan langkah strategis untuk memperkuat pemasaran pariwisata melalui kolaborasi lintas daerah.

"Kegiatan ini sebagai bentuk komitmen kami untuk memperluas promosi pariwisata Jakarta, sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas dan merata dengan daerah lain," ujar Andhika di Jakarta, Kamis (22/10).

Menjangkau 4 pasar strategis

Pemilihan Medan, Balikpapan, Makassar, dan Padang menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan promosi Jakarta ke pasar yang berbeda. Penyelenggaraan forum di empat kota tersebut memberi kesempatan kepada pelaku industri pariwisata Jakarta untuk berinteraksi langsung dengan mitra potensial di daerah tujuan.

Pertemuan tatap muka juga membuka ruang untuk memahami kebutuhan pasar setempat, mengenalkan paket wisata yang sesuai, serta menjajaki kemungkinan kerja sama pemasaran. Dengan demikian, promosi tidak berhenti pada penyebaran informasi, tetapi dapat berlanjut menjadi penawaran produk dan transaksi bisnis.

Rangkaian kegiatan dimulai di Medan pada 28–29 Oktober 2026, kemudian berlanjut ke Balikpapan pada 4–5 November, Makassar pada 11–12 November, dan berakhir di Padang pada 18–19 November 2026.

Strategi ini penting karena pengembangan pariwisata tidak hanya bergantung pada daya tarik destinasi. Kemampuan industri untuk mengemas produk, membangun jaringan distribusi, dan menjangkau calon wisatawan juga menentukan keberhasilan pemasaran.

Jakarta sebagai destinasi deragam

Selama ini, Jakarta kerap dipandang sebagai pusat perkantoran, perdagangan, dan aktivitas pemerintahan. Padahal, kota ini memiliki pilihan pengalaman wisata yang beragam, termasuk kawasan bersejarah, museum, pertunjukan seni, wisata budaya, serta kuliner dari berbagai tradisi masyarakat.

Melalui kolaborasi dengan pelaku usaha di daerah, potensi tersebut dapat dikemas menjadi paket perjalanan yang lebih menarik dan mudah dipasarkan. Biro perjalanan, misalnya, dapat mengintegrasikan kunjungan ke destinasi budaya dengan pengalaman kuliner atau agenda wisata lainnya sesuai kebutuhan pelanggan.

Pendekatan itu memungkinkan Jakarta menawarkan pengalaman yang lebih luas daripada sekadar kunjungan singkat untuk urusan bisnis. Wisatawan dapat memiliki lebih banyak alasan untuk datang, mengeksplorasi berbagai kawasan, dan membelanjakan uangnya pada layanan pariwisata lokal.

Dampaknya juga berpotensi menjangkau sektor lain, seperti perhotelan, transportasi, restoran, pusat perbelanjaan, serta usaha ekonomi kreatif. Namun, peningkatan kunjungan dan transaksi tetap bergantung pada tindak lanjut kerja sama setelah forum berlangsung.

Pertemuan bisnis berujung kerja sama

Untuk memastikan kegiatan berjalan efektif, Disparekraf DKI Jakarta telah menggelar technical meeting guna menyamakan pemahaman peserta mengenai mekanisme acara dan alur pertemuan bisnis.

Kepala Bidang Pemasaran dan Atraksi Disparekraf DKI Jakarta, Lucky Wulandari, menjelaskan persiapan tersebut diperlukan agar sesi table top berjalan optimal. Dalam format ini, penjual produk wisata dari Jakarta atau seller bertemu langsung dengan calon mitra atau buyer setempat.

Para calon mitra tersebut mencakup biro perjalanan wisata, pelaku usaha pariwisata, serta perwakilan instansi dan perusahaan. Pertemuan dirancang berlangsung selama dua hari di setiap kota dengan pendekatan business to business (B2B).

"Lewat Forum Bisnis Jakarta Travel Fair 2026, Disparekraf DKI Jakarta berharap bisa memperkuat sinergi pemerintah dan industri pariwisata, meningkatkan peluang transaksi antardaerah, termasuk mendorong pemasaran destinasi dan pertumbuhan ekonomi Jakarta," ungkap Lucky.

Technical meeting menjadi penting karena pertemuan bisnis membutuhkan agenda, mekanisme, dan sasaran yang jelas. Tanpa persiapan tersebut, interaksi antara penjual dan calon mitra berisiko hanya menjadi ajang perkenalan tanpa menghasilkan kesepakatan konkret.

Sebaliknya, pertemuan yang terarah dapat membantu peserta mengidentifikasi kebutuhan pasar, menyusun penawaran yang relevan, dan menentukan langkah lanjutan setelah acara selesai.

Keberhasilan Forum Bisnis JTF 2026 pada akhirnya tidak cukup diukur dari jumlah peserta atau luasnya jangkauan promosi. Indikator yang lebih berarti ialah terbentuknya kemitraan, berkembangnya paket wisata Jakarta di pasar daerah, serta meningkatnya transaksi dan kunjungan wisatawan.

Dengan menghubungkan pelaku industri lintas wilayah, Jakarta berpeluang memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata dengan beragam pengalaman. Selanjutnya, peluang yang muncul selama forum tersebut, benar-benar diterjemahkan menjadi kerja sama berkelanjutan dan manfaat ekonomi bagi industri pariwisata.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua