Langsung ke konten
Ekonomi Bisnis

Jakarta Bidik Pasar Wisata Dunia Lewat WTM London, Gaungkan 500 Tahun Jakarta

Redaksi
Disparekraf DKI Jakarta berpartisipasi dalam ajang World Travel Market (WTM) London 2026 yang berlangsung di ExCeL London, Inggris, pada 3 sampai 5 November. Foto: Pemprov DKI
Disparekraf DKI Jakarta berpartisipasi dalam ajang World Travel Market (WTM) London 2026 yang berlangsung di ExCeL London, Inggris, pada 3 sampai 5 November. Foto: Pemprov DKI

KabarJakarta.com — Jakarta mulai memperkuat langkah untuk menarik perhatian pasar pariwisata internasional. Melalui ajang World Travel Market (WTM) London 2026, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta memperkenalkan potensi ibu kota sebagai destinasi wisata perkotaan sekaligus pusat ekonomi kreatif yang mampu bersaing di tingkat global.

Pameran pariwisata yang berlangsung di ExCeL London, Inggris, pada 3-5 November 2026 itu juga menjadi momentum bagi Jakarta untuk mempromosikan peringatan 500 tahun kota tersebut pada 2027.

WTM London merupakan salah satu pameran pariwisata berbasis bisnis atau business to business (B2B) terbesar di dunia. Ajang ini mempertemukan pelaku industri pariwisata, pembuat kebijakan, serta pembeli potensial dari berbagai negara. Pertemuan tersebut membuka peluang bagi para peserta untuk membangun kemitraan dan menjajaki kerja sama bisnis lintas negara.

Bagi Jakarta, keikutsertaan dalam forum internasional ini bukan sekadar memperkenalkan destinasi wisata. Disparekraf DKI Jakarta juga berupaya membangun jejaring bisnis yang konkret sekaligus mengubah pandangan pasar internasional bahwa Jakarta bukan hanya kota transit atau gerbang masuk menuju destinasi wisata lain di Indonesia.

Kepala Disparekraf DKI Jakarta, Andhika Permata, menjelaskan Jakarta memiliki ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif yang matang, inklusif, serta berkelanjutan. Potensi tersebut dinilai menjadi modal untuk memperkuat daya saing Jakarta di pasar internasional.

"Melalui WTM London, kami ingin tunjukkan bahwa Jakarta punya ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif yang matang, inklusif, dan berkelanjutan. Tahun 2027 merupakan momen bersejarah, 500 tahun perjalanan Jakarta. Dan kami mengundang dunia untuk menjadi bagian dari perayaannya," ujar Andhika, Jumat (6/11).

Dalam pameran tersebut, Disparekraf memperkenalkan beragam daya tarik ibu kota. Mulai dari wisata belanja, kekayaan budaya Betawi, hingga destinasi bahari di Kepulauan Seribu.

Jakarta juga menawarkan potensi ekonomi kreatif melalui produk kuliner, fesyen, dan konten digital. Beragam sektor tersebut diperkenalkan sebagai bagian dari pengalaman wisata perkotaan yang dapat dinikmati wisatawan mancanegara.

Kepala Bidang Pemasaran dan Atraksi Disparekraf DKI Jakarta, Lucky Wulandari, menjelaskan partisipasi dalam WTM London 2026 sejalan dengan target pemerintah provinsi untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara sekaligus memperluas pasar ekspor produk kreatif Jakarta.

Namun, upaya memperluas pasar tersebut tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah wisatawan dan transaksi bisnis. Menurut Lucky, keberlanjutan harus menjadi prinsip dalam pengembangan maupun promosi pariwisata.

"Kami tidak hanya menjual destinasi, tapi juga memastikan pengembangan pariwisata Jakarta selalu memperhatikan aspek lingkungan, sosial, dan budaya," terangnya.

Selain mempromosikan potensi wisata, Disparekraf DKI Jakarta juga memperkenalkan identitas dan rangkaian agenda perayaan 500 Tahun Jakarta pada 2027. Perayaan tersebut dirancang melibatkan masyarakat, pelaku usaha, serta mitra internasional.

Untuk memperkuat promosi, Jakarta turut menggandeng sejumlah mitra strategis dari sektor pariwisata dan perhotelan. Mereka antara lain Panorama Destination sebagai Destination Management Company (DMC), Hotel Borobudur Jakarta, Discovery Ancol, Discovery SCBD, dan Artotel Group.

Promosi juga mencakup Sarinah sebagai destinasi belanja, Pulau Pantara sebagai tujuan wisata bahari, serta Jakarta Aquarium sebagai salah satu destinasi wisata populer di ibu kota.

Ketua Subkelompok Pemasaran Pariwisata Luar Negeri Disparekraf DKI Jakarta, Ervienia Oryza Sativa, mengungkapkan keikutsertaan dalam WTM London menjadi kesempatan untuk menyampaikan kesiapan Jakarta menyambut wisatawan dunia menjelang perayaan lima abad kota tersebut.

"Bagi Jakarta, 500 tahun bukanlah akhir sebuah perjalanan, melainkan awal babak baru. Dan bagi dunia, ini merupakan undangan untuk menjadi bagian dari sejarah," ungkapnya.

Melalui promosi di London, Jakarta ingin menjadikan momentum 500 tahun sebagai pintu masuk untuk memperluas kerja sama internasional. Tantangannya bukan hanya mendatangkan lebih banyak wisatawan, tetapi juga memastikan potensi pariwisata dan ekonomi kreatif ibu kota mampu memberikan nilai tambah secara berkelanjutan.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua