Langsung ke konten
Ekonomi Bisnis

Pesta Rakyat Pulau Sabira Dorong Wisata Bahari

Redaksi Diperbarui
Bupati Kepulauan Seribu, Muhammad Fadjar Churniawan membuka Lomba Hias Perahu dalam Pesta Rakyat Pulau Sabira 2026 di Kelurahan Pulau Harapan, Pulau Sabira, Jumat (6/11/2026) . Foto: Pemkab Kepulauan Seribu
Bupati Kepulauan Seribu, Muhammad Fadjar Churniawan membuka Lomba Hias Perahu dalam Pesta Rakyat Pulau Sabira 2026 di Kelurahan Pulau Harapan, Pulau Sabira, Jumat (6/11/2026) . Foto: Pemkab Kepulauan Seribu

KabarJakarta.com — Puluhan kapal nelayan tampak berbeda dari biasanya. Perahu-perahu yang sehari-hari digunakan untuk melaut itu dihias dengan beragam ornamen dan warna menarik. 

Sebanyak 70 kapal nelayan mengikuti lomba hias perahu dalam rangkaian Pesta Rakyat Pulau Sabira 2026 di Kelurahan Pulau Harapan, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, Kepulauan Seribu.

Lomba tersebut menjadi salah satu acara utama yang melibatkan masyarakat pesisir dalam memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Kabupaten Kepulauan Seribu. Lebih dari sekadar perlombaan, kegiatan ini menjadi ruang bagi warga untuk merayakan tradisi bahari sekaligus memperkuat kebersamaan.

Pesta Rakyat Pulau Sabira 2026 juga memperlihatkan bagaimana inisiatif pemuda dan masyarakat setempat dapat menghidupkan potensi budaya serta kekayaan lokal. Tradisi yang selama ini lekat dengan kehidupan nelayan dikemas menjadi perhelatan yang bisa dinikmati masyarakat maupun wisatawan.

Bupati Kepulauan Seribu, Muhammad Fadjar Churniawan, mengapresiasi keterlibatan para pemuda dan masyarakat dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut. Menurutnya, kekompakan warga menjadi modal penting untuk menjaga tradisi sekaligus mengembangkan potensi wilayah.

"Kekompakan warga dan regenerasi pemuda di Sabira sangat membanggakan. Semangat melestarikan kearifan lokal seperti ini harus terus kita jaga," ujar Fadjar, Jumat (6/11).

Ia menilai, pesta rakyat tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga memiliki nilai strategis bagi pengembangan pariwisata. Budaya bahari yang ditampilkan dapat menjadi identitas sekaligus daya tarik tersendiri bagi Pulau Sabira.

Karena itu, Fadjar berharap kegiatan serupa dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pengembangan potensi lokal. Ia juga mengajak generasi muda untuk tidak berhenti berinovasi dan menjalin kerja sama dengan pemerintah.

"Saya mengajak para pemuda agar terus bersinergi dengan pemerintah, menjaga ekosistem laut, serta berinovasi dalam mengembangkan ekowisata di wilayahnya," katanya.

Upaya tersebut penting agar pengembangan pariwisata tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah kunjungan, tetapi juga memperhatikan kelestarian lingkungan laut yang menjadi sumber penghidupan masyarakat pesisir.

Ketua Pelaksana Pesta Rakyat Pulau Sabira, Gunawan, menjelaskan kegiatan tersebut berangkat dari keinginan masyarakat untuk mengungkapkan rasa syukur sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dari penyelenggaraan pesta rakyat. Berbagai kegiatan disiapkan agar perayaan tidak hanya berpusat pada satu perlombaan, tetapi juga memberikan ruang bagi seni, budaya, dan aktivitas ekonomi warga.

Selain lomba hias perahu yang diikuti 70 kapal nelayan, acara tersebut dimeriahkan tasyakuran pesta laut, panggung seni budaya, bazar usaha kecil dan menengah (UKM) lokal, hiburan musik, pelepasan penyu, hingga atraksi kembang api.

Rangkaian kegiatan juga dilanjutkan dengan Festival Mancing yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu siang. Acara ini diharapkan menarik wisatawan dari daratan Jakarta untuk berkunjung ke Pulau Sabira.

"Kami juga menggelar Festival Mancing yang akan diramaikan wisatawan dari Jakarta," kata Gunawan.

Kehadiran bazar UKM lokal juga menjadi bagian penting dari perhelatan tersebut. Melalui kegiatan ini, pelaku usaha setempat berkesempatan memperkenalkan dan memasarkan produk mereka kepada pengunjung. Dengan demikian, perayaan budaya diharapkan memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

Gunawan menyampaikan, penyelenggaraan Pesta Rakyat Pulau Sabira 2026 terlaksana berkat kolaborasi berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu dan perusahaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).

Namun, ia tidak merinci nilai anggaran maupun besaran kontribusi masing-masing pihak. Karena itu, sumber pendanaan yang dapat dipastikan dari keterangan panitia adalah dukungan kolaboratif pemerintah daerah dan perusahaan melalui program CSR.

Gunawan berharap dukungan tersebut dapat menjadi penyemangat bagi masyarakat untuk terus menjaga tradisi bahari dan mengembangkan potensi daerahnya.

Pesta Rakyat Pulau Sabira 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai perayaan tahunan. Kegiatan ini ingin membangun kebanggaan masyarakat terhadap identitas bahari, membuka peluang usaha bagi warga, serta memperkenalkan Pulau Sabira sebagai salah satu tujuan wisata bahari di Kepulauan Seribu.

Lewat keterlibatan pemuda, nelayan, pelaku UKM, dan berbagai pihak, masyarakat setempat menunjukkan bahwa pelestarian tradisi dapat berjalan beriringan dengan pengembangan ekonomi dan pariwisata.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua