KabarJakarta.com — Perumda Pembangunan Sarana Jaya memperkuat transformasi perusahaan melalui pembenahan organisasi, penguatan tata kelola, dan optimalisasi aset. Langkah itu bertujuan meningkatkan kinerja bisnis sekaligus memperbesar kontribusi perusahaan terhadap pembangunan berkelanjutan di DKI Jakarta.
General Manager Sekretaris Perusahaan Perumda Pembangunan Sarana Jaya, Hifdzi Mujtahid, menjelaskan transformasi dijalankan secara berkesinambungan melalui penguatan kapasitas organisasi, pengembangan bisnis, serta peningkatan produktivitas dan efektivitas pengelolaan aset.
"Potensi aset Sarana Jaya sangat besar dan harus dikelola melalui pola pendekatan bisnis yang terukur," kata Hifdzi di Jakarta, Senin (2/11).
Menurut dia, setiap aset perlu memiliki arah pemanfaatan yang jelas agar memberikan kontribusi optimal terhadap pendapatan perusahaan. Pengelolaan harus mempertimbangkan legalitas, kelayakan ekonomi, efektivitas biaya, serta risiko bisnis untuk memastikan keberlanjutan nilai aset dalam jangka panjang.
Untuk mendukung langkah tersebut, Sarana Jaya melakukan evaluasi berkala terhadap kinerja portofolio aset dan kerja sama dengan mitra bisnis. Pendekatan ini diharapkan membantu perusahaan mengambil keputusan berdasarkan potensi ekonomi dan kebutuhan pengembangan masing-masing aset.
Perkuat tata kelola dan pengawasan
Transformasi bisnis juga membutuhkan organisasi yang mampu menjaga konsistensi strategi dan mengawasi pelaksanaannya. Karena itu, Sarana Jaya memperkuat sinergi antara Direksi dan Dewan Pengawas sebagai bagian dari penerapan tata kelola perusahaan yang baik.
Sarana Jaya menerima keputusan Kuasa Pemilik Modal (KPM) pada Jumat (30/10) mengenai penetapan Nurfitria Farhana sebagai Ketua Dewan Pengawas, pengangkatan Ulin Ni’am Yusron sebagai Sekretaris Dewan Pengawas, serta penetapan anggota Dewan Pengawas lainnya.
Hifdzi menyebut penetapan tersebut sebagai bagian dari dinamika organisasi untuk menjaga kesinambungan tata kelola perusahaan. Sinergi Direksi dan Dewan Pengawas diperlukan untuk memastikan rencana bisnis berjalan sesuai sasaran, pengawasan berlangsung efektif, dan keputusan strategis mempertimbangkan prinsip kehati-hatian.
"Sinergi yang baik antara Direksi dan Dewan Pengawas merupakan bagian penting dalam tata kelola Sarana Jaya," ujarnya.
Sejumlah agenda strategis jadi prioritas
Sarana Jaya melanjutkan agenda strategis sesuai arahan KPM dalam Rapat Umum Pemilik Modal (RUPM) Tahunan Tahun Buku 2025. Agenda tersebut mencakup pelaksanaan rencana aksi berdasarkan Diagnostic Performance Review pada 2026, penguatan pengelolaan likuiditas, percepatan sensus dan digitalisasi aset, serta pengembangan sumber pendapatan berkelanjutan atau recurring income.
Digitalisasi dan pendataan aset menjadi bagian penting untuk memperjelas kondisi serta potensi portofolio perusahaan. Sementara itu, penguatan likuiditas diperlukan untuk menjaga kemampuan perusahaan memenuhi kebutuhan operasional dan mendukung pelaksanaan rencana bisnis.
Perusahaan juga mendorong peningkatan produktivitas properti komersial, pengelolaan kawasan, dan pengembangan hunian sesuai karakteristik serta kelayakan bisnis masing-masing.
Menuju perusahaan pengembang kawasan
Penguatan organisasi merupakan bagian dari strategi Sarana Jaya menghadapi dinamika industri properti dan kebutuhan pembangunan perkotaan yang terus berkembang.
Perusahaan menargetkan transformasi menuju urban development company melalui penguatan bisnis properti, pengembangan kawasan perkotaan terintegrasi, serta pemanfaatan aset dan lahan untuk mendukung kebutuhan pembangunan Jakarta.
Arah tersebut menuntut perusahaan tidak hanya mengelola properti secara individual, tetapi juga mempertimbangkan keterkaitan aset dengan pengembangan kawasan dan kebutuhan kota.
Hifdzi mengatakan Sarana Jaya akan terus mengedepankan pengelolaan profesional, akuntabel, dan berorientasi pada penciptaan nilai.
Melalui kesinambungan tata kelola dan pelaksanaan agenda strategis, perusahaan berupaya meningkatkan kinerja keuangan, menjaga keberlanjutan bisnis, serta memperbesar kontribusi terhadap pembangunan Jakarta.