Langsung ke konten
Gaya Hidup

Bukan Sekadar Aturan, Ini Pentingnya Larangan Makan dan Minum di MRT Jakarta

Redaksi
Beredar sebuah video di media sosial Instagram melalui akun @lbj_jakarta pada Sabtu (31/10) pagi, yang memperlihatkan dua anggota sekuriti menegur seorang penumpang MRT yang kedapatan sedang minum. Foto: kabarjakarta.com
Beredar sebuah video di media sosial Instagram melalui akun @lbj_jakarta pada Sabtu (31/10) pagi, yang memperlihatkan dua anggota sekuriti menegur seorang penumpang MRT yang kedapatan sedang minum. Foto: kabarjakarta.com

KabarJakarta.com – Menjaga kebersihan dan kenyamanan transportasi publik bukan hanya menjadi tanggung jawab pengelola, tetapi juga membutuhkan kesadaran setiap pengguna jasa. Salah satu bentuk kepedulian tersebut adalah mematuhi aturan larangan makan dan minum di area berbayar stasiun maupun di dalam kereta Ratangga MRT Jakarta.

Aturan ini berlaku bagi seluruh penumpang yang menggunakan layanan MRT Jakarta. Karena itu, pengguna jasa diimbau tidak makan atau minum selama berada di area berbayar stasiun, termasuk ketika menunggu kedatangan kereta, maupun selama perjalanan menggunakan Ratangga.

Kepala Divisi Corporate Secretary PT MRT Jakarta (Perseroda) Rendy Primartantyo menjelaskan, larangan tersebut diterapkan untuk menjaga kebersihan, kenyamanan, dan ketertiban bersama.

"MRT Jakarta telah memberlakukan larangan makan dan minum di area berbayar stasiun, dan di dalam kereta Ratangga demi menjaga kebersihan, kenyamanan, dan ketertiban bersama," kata Rendy di Jakarta, Selasa (3/11).

Larangan tersebut merupakan bagian dari tata tertib penggunaan fasilitas MRT Jakarta. Kebijakan itu diperlukan untuk menjaga area stasiun dan kereta tetap bersih serta memberikan kenyamanan bagi seluruh penumpang.

Sisa makanan dan minuman berpotensi menimbulkan sampah, noda, hingga tumpahan yang dapat mengotori fasilitas. Selain itu, aktivitas makan dan minum di dalam kereta juga berpotensi mengganggu kenyamanan penumpang lain, terutama ketika kondisi kereta sedang ramai.

Karena itu, penumpang perlu memperhatikan aturan sejak memasuki area berbayar stasiun. Jika ingin makan atau minum, pengguna jasa sebaiknya melakukannya sebelum melewati gerbang pembayaran atau setelah keluar dari area berbayar.

Penumpang juga diharapkan tidak membawa makanan atau minuman untuk dikonsumsi selama berada di dalam kereta. Dengan begitu, kebersihan fasilitas publik dapat terjaga dan perjalanan berlangsung lebih nyaman.

Teguran ke penumpang viral di medsos

Pentingnya kepatuhan terhadap aturan tersebut kembali menjadi perhatian setelah beredar sebuah video di media sosial Instagram yang memperlihatkan seorang penumpang ditegur petugas keamanan MRT Jakarta.

Video yang diunggah akun @lbj_jakarta pada Sabtu (31/10) pagi itu memperlihatkan dua anggota sekuriti mendatangi seorang penumpang yang kedapatan sedang minum di dalam kereta Ratangga.

Unggahan tersebut menjadi perbincangan warganet. Menanggapi konten yang beredar, Rendy menjelaskan, tindakan petugas menegur penumpang merupakan bagian dari pelaksanaan tugas untuk menegakkan ketentuan yang berlaku di lingkungan MRT Jakarta.

Dengan demikian, teguran tersebut bukan tanpa alasan, melainkan bentuk pengawasan terhadap kepatuhan pengguna jasa terhadap tata tertib transportasi publik. Meski demikian, manajemen MRT Jakarta mengingatkan agar petugas tetap mengedepankan pendekatan yang santun dan persuasif ketika berinteraksi dengan pelanggan.

"Terkait konten beredar, petugas mengingatkan pelanggan agar mematuhi ketentuan tersebut, sebagai bagian dari tugasnya. Dalam menjalankan tugas, petugas senantiasa menyampaikan imbauan secara santun, dengan tetap menghormati pelanggan," ujar Rendy.

Kenyamanan transportasi publik butuh kerja sama

Kepatuhan terhadap tata tertib menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kualitas layanan transportasi publik. Sebab, fasilitas MRT Jakarta digunakan oleh masyarakat dengan latar belakang dan kepentingan yang berbeda-beda.

Ketika setiap penumpang memiliki kesadaran untuk menjaga kebersihan dan mengikuti aturan, fasilitas dapat digunakan bersama tanpa mengurangi kenyamanan pengguna lainnya.

Sebaliknya, pelanggaran kecil seperti membuang sampah sembarangan atau makan dan minum di area terlarang dapat menambah beban pemeliharaan fasilitas serta mengganggu pengalaman perjalanan penumpang lain.

Oleh karena itu, MRT Jakarta mengapresiasi dukungan dan kerja sama masyarakat yang selama ini turut menjaga fasilitas publik tersebut. Pengguna jasa juga diminta mengikuti arahan petugas selama berada di stasiun maupun di dalam kereta. 

Petugas memiliki tanggung jawab memastikan operasional berjalan tertib, membantu penumpang, serta mengingatkan apabila ditemukan aktivitas yang tidak sesuai ketentuan. Kerja sama antara pengelola, petugas, dan penumpang menjadi bagian penting untuk menciptakan layanan transportasi yang aman, bersih, dan nyaman.

Pada akhirnya, menjaga fasilitas MRT Jakarta bukan semata-mata urusan petugas kebersihan atau sekuriti. Kesadaran setiap penumpang untuk mematuhi aturan, termasuk tidak makan dan minum di area berbayar stasiun serta di dalam kereta, menjadi kontribusi sederhana yang berdampak bagi kenyamanan bersama.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua