Langsung ke konten
Gaya Hidup

Bukan Sekadar Menyimpan Sejarah, Museum Bahari jadi Panggung Seni Nusantara

Redaksi Diperbarui
Pergelaran Seni Budaya Nusantara Indonesia yang menampilkan beragam lagu dan tarian tradisional digelar di Museum Bahari Jakarta, Jakarta Utara, Sabtu (31/10). Foto: beritajakarta
Pergelaran Seni Budaya Nusantara Indonesia yang menampilkan beragam lagu dan tarian tradisional digelar di Museum Bahari Jakarta, Jakarta Utara, Sabtu (31/10). Foto: beritajakarta

KabarJakarta.com — Gerakan tangan yang gemulai berpadu dengan hentakan kaki para penari. Balutan busana tradisional dengan beragam warna menambah semarak suasana Museum Bahari, Jakarta Utara, Sabtu (31/10). 

Di tengah bangunan bersejarah yang menyimpan jejak perjalanan maritim Indonesia, puluhan penari menghadirkan kekayaan seni budaya Nusantara melalui gerak dan irama.

Sebanyak 80 penari dari Sanggar Cahaya Seni Budaya dan Sanggar Purnama Kreasi Nusantara tampil dalam Pergelaran Seni Budaya Nusantara Indonesia tersebut. Mereka terdiri atas berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak berumur lima tahun hingga orang dewasa. 

Perbedaan usia itu menyatu dalam satu panggung, memperlihatkan bahwa kecintaan terhadap budaya dapat tumbuh sejak dini dan terus diwariskan lintas generasi.

Berbagai tarian tradisional dari Kalimantan, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Betawi, Papua, hingga Bali ditampilkan secara bergantian. Setiap tarian membawa ciri khas daerah masing-masing, menjadikan pertunjukan ini bukan sekadar hiburan, melainkan juga perjumpaan dengan keberagaman budaya Indonesia.

Di tempat yang selama ini dikenal sebagai ruang penyimpanan koleksi sejarah, pertunjukan tersebut menghadirkan pengalaman berbeda. Pengunjung tidak hanya diajak menelusuri kisah masa lalu melalui benda-benda bersejarah, tetapi juga menyaksikan tradisi yang masih hidup dan terus dipelajari oleh generasi muda.

Pergelaran ini sekaligus menjadi upaya memperkenalkan seni budaya Nusantara kepada masyarakat luas agar tetap lestari dan berkembang. Museum pun mendapat kesempatan menunjukkan fungsi lain: bukan hanya sebagai tempat mengenang sejarah, melainkan juga ruang publik bagi seni, kreativitas, dan interaksi masyarakat.

Mengenalkan budaya kepada generasi muda

Pembina Sanggar Cahaya Seni Budaya dan Sanggar Purnama Kreasi Nusantara, Triyadi Purnomo, menjelaskan kegiatan tersebut bertujuan memperkenalkan seni budaya Nusantara kepada generasi muda agar tetap lestari dan dapat terus dikembangkan.

Menurut dia, pengenalan budaya perlu dilakukan melalui kegiatan yang memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk melihat, menikmati, sekaligus mengapresiasi kesenian tradisional secara langsung.

Para penari membawakan beragam tarian dari sejumlah daerah. Setiap penampilan menghadirkan ciri khas gerakan dan tradisi dari daerah asalnya.

Keberagaman itu memperlihatkan luasnya kekayaan budaya Indonesia. Di tengah perkembangan zaman dan masuknya berbagai pengaruh budaya baru, pengenalan kesenian tradisional menjadi salah satu cara agar generasi muda tetap mengenal identitas bangsanya.

"Tujuannya, agar masyarakat mengenal Museum Bahari sebagai tempat sejarah sekaligus cagar budaya yang harus kita kunjungi dan ketahui,” ujar Triyadi.

Ia menjelaskan, pergelaran tersebut merupakan penyelenggaraan ketiga di Museum Bahari. Selain menjadi wadah bagi para penari untuk mengembangkan kemampuan, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kunjungan ke museum dan memperkenalkan kebudayaan Indonesia kepada wisatawan mancanegara.

Triyadi juga berharap kecintaan terhadap budaya tidak berhenti pada kesenian daerah masing-masing. Masyarakat perlu mengenal dan menghargai kebudayaan dari berbagai wilayah Indonesia.

Terlebih, Jakarta tengah bersiap menyambut 5 (lima) abad perjalanan kotanya. Menurut dia, kekayaan seni budaya Nusantara dapat menjadi bagian dari daya tarik Jakarta dalam menyambut masyarakat dan wisatawan dari berbagai negara.

Museum bukan sekadar tempat menyimpan sejarah

Kepala Unit Pengelola Museum Kebaharian Jakarta, Mis Ari, menyambut baik penyelenggaraan pertunjukan seni budaya di Museum Bahari. Museum perlu dikembangkan agar tidak hanya berfungsi sebagai tempat menyimpan, merawat, dan memamerkan koleksi sejarah. 

Museum juga dapat menjadi ruang publik yang memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk berekspresi melalui berbagai kegiatan seni dan budaya.

"Sudah seharusnya, museum naik kelas jadi ruang publik yang bisa digunakan untuk berekspresi dalam berbagai karya seni dan budaya. Di situlah peran dan fungsi museum, sebagai ruang edukasi dan rekreasi,” ucapnya.

Menurut Mis Ari, fungsi edukasi museum perlu berjalan beriringan dengan kegiatan rekreasi. Dengan begitu, masyarakat memiliki lebih banyak alasan untuk berkunjung dan mendapatkan pengalaman yang beragam.

Kolaborasi dengan sanggar seni juga dinilai memberikan manfaat bagi kedua pihak. Museum memperoleh daya tarik tambahan melalui pertunjukan budaya, sedangkan para seniman mendapatkan ruang untuk menampilkan karya mereka kepada khalayak yang lebih luas.

Museum Bahari, yang memiliki kaitan erat dengan sejarah maritim Indonesia, juga berpotensi menjadi ruang untuk memperkenalkan keberagaman budaya dari berbagai daerah.

"Tidak saja budaya Betawinya, tapi seni dan budaya dari berbagai penjuru Indonesia bisa kita sajikan juga,” jelasnya.

Menikmati tari, mengenal sejarah

Pengalaman tampil di museum turut dirasakan Silvia Akela Putri (15), penari dari Sanggar Cahaya Seni Budaya yang membawakan Tari Kembang Mekar dari Betawi. Dia mengaku senang dapat menampilkan tarian tradisional di Museum Bahari. 

Menurut Silvia, suasana pertunjukan terasa berbeda karena penari dan pengunjung berada di lingkungan yang menyimpan nilai sejarah.

Bagi pengunjung, kehadiran pertunjukan tari menawarkan pengalaman yang tidak hanya berpusat pada koleksi museum. Setelah mempelajari sejarah, mereka dapat menikmati pertunjukan yang memperkenalkan kebudayaan Indonesia.

"Ketika pengunjung datang melihat sejarah di Museum Bahari, mereka bisa menikmati pertunjukan tari. Jadi, setelah belajar sejarah, ada hiburan yang bisa mereka saksikan. Seru, pengunjung bisa mendapatkan 2 pengalaman sekaligus,” jelas Silvia.

Ia berharap semakin banyak museum dan ruang publik di Jakarta yang membuka kesempatan bagi kegiatan seni budaya. Sejarah dan kesenian dapat saling melengkapi dalam memperkenalkan identitas Indonesia kepada masyarakat.

Harapan itu sejalan dengan upaya menjadikan museum sebagai ruang yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. Koleksi sejarah membantu masyarakat memahami perjalanan masa lalu, sementara pertunjukan seni memperlihatkan bagaimana warisan budaya terus dipelihara dan dikembangkan.

Melalui kolaborasi semacam ini, museum tidak hanya menjadi tempat untuk mengenang sejarah, tetapi juga ruang bagi kebudayaan untuk terus tumbuh. Di Museum Bahari, 80 penari dari berbagai generasi menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat dilakukan dengan cara yang dekat dengan masyarakat: memberi ruang bagi seni untuk tampil, dinikmati, dan diwariskan.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua