Langsung ke konten
Gaya Hidup

CFD Meluas ke 5 Wilayah, Pemprov DKI Ajak Warga Lebih Aktif dan Sehat

Redaksi
Pemprov DKI Jakarta merutinkan kegiatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor atau Car Free Day (CFD) di 5 wilayah Jakarta untuk mendorong masyarakat menjalani pola hidup sehat sekaligus menyediakan ruang interaksi publik. Foto: Pemprov DKI
Pemprov DKI Jakarta merutinkan kegiatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor atau Car Free Day (CFD) di 5 wilayah Jakarta untuk mendorong masyarakat menjalani pola hidup sehat sekaligus menyediakan ruang interaksi publik. Foto: Pemprov DKI

KabarJakarta.com — Minggu pagi tidak harus selalu diisi dengan berdiam diri di rumah atau menghabiskan waktu di pusat perbelanjaan. Jalanan kota yang biasanya dipadati kendaraan bisa menjadi ruang untuk berjalan kaki, bersepeda, berlari, hingga bertemu dengan warga lainnya.

Konsep inilah yang ingin diperluas Pemprov DKI Jakarta melalui kegiatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD). Tidak lagi hanya terpusat di kawasan Sudirman-Thamrin, kegiatan tersebut kini diperluas ke sejumlah wilayah Jakarta dan direncanakan berlangsung secara rutin.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan, pelaksanaan CFD tidak hanya dilakukan di kawasan Sudirman-Thamrin dan Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan. Pemerintah juga mulai mengembangkan kegiatan serupa di wilayah Jakarta lainnya.

"Dishub pada hari ini mengadakan CFD tidak hanya di Sudirman-Thamrin maupun Rasuna Said, tapi ada 3 kota lainnya yang sudah memulai diadakannya Car Free Day. Dan itu akan dirutinkan," kata Pramono di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Minggu (8/11).

Menurut Pramono, kegiatan CFD bukan sekadar menutup jalan dari kendaraan bermotor. Lebih dari itu, pemerintah ingin menyediakan ruang bagi masyarakat untuk bergerak, berolahraga, dan membangun interaksi sosial.

Kegiatan tersebut diharapkan mampu mengurangi kebiasaan masyarakat yang kurang melakukan aktivitas fisik atau dikenal dengan istilah mager (malas gerak).

"Dengan demikian, saya meyakini masyarakat bisa bergerak. Tidak mager, hidupnya makin sehat. Hidupnya makin penuh harapan, dan paling utama adalah, Car Free Day seperti ini, silaturahmi bisa dilakukan di sepanjang jalan," paparnya.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Budi Awaluddin menjelaskan, perluasan CFD mencakup sejumlah ruas jalan di luar kawasan pusat kota. Lokasinya meliputi Jalan H.R. Rasuna Said di Jakarta Selatan, Jalan Pemuda di Jakarta Timur, Jalan Puri Kembangan di Jakarta Barat, serta Jalan Danau Sunter di Jakarta Utara. 

Bersama kawasan Sudirman-Thamrin, lokasi tersebut memperluas pilihan masyarakat untuk menikmati CFD di lima wilayah Jakarta. Dengan penyebaran lokasi ini, warga tidak harus selalu menuju pusat kota untuk mendapatkan ruang berolahraga yang bebas dari lalu lintas kendaraan bermotor.

CFD dan manfaatnya bagi kesehatan

Perluasan CFD memiliki relevansi dengan persoalan kesehatan masyarakat perkotaan. Aktivitas fisik yang rendah, kebiasaan duduk terlalu lama, dan ketergantungan terhadap kendaraan bermotor menjadi tantangan di kota besar seperti Jakarta.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa penyediaan ruang jalan sementara tanpa kendaraan bermotor dapat mendorong masyarakat lebih aktif bergerak. Kajian ilmiah yang diterbitkan dalam jurnal Current Environmental Health Reports pada 2022, berjudul The Impacts of Car-Free Days and Events on the Environment and Human Health, menelaah 43 penelitian dan publikasi mengenai dampak kegiatan bebas kendaraan bermotor.

Hasil kajian tersebut menemukan sejumlah manfaat, antara lain meningkatnya aktivitas fisik, berkurangnya perilaku kurang bergerak, menurunnya kebisingan di sekitar lokasi kegiatan, serta terbukanya kesempatan masyarakat untuk berinteraksi dan memperkuat hubungan sosial.

Penelitian lain yang lebih baru, yakni Temporary Urban Environment Changes to Promote Physical Activity in Urban Populations yang terbit pada 2025, juga memperkuat temuan tersebut. Dari 42 penelitian yang ditelaah, sebanyak 38 menunjukkan kecenderungan positif terhadap peningkatan aktivitas fisik melalui perubahan sementara lingkungan perkotaan, termasuk kegiatan jalan bebas kendaraan.

Manfaat CFD juga tidak berhenti pada kesehatan fisik. Jalan yang biasanya menjadi ruang lalu lintas dapat berubah menjadi tempat berkumpulnya warga dari berbagai kelompok usia dan latar belakang.

Kajian sistematis yang diterbitkan dalam International Journal of Community Well-Being pada 2024 menemukan bahwa ruang publik yang mudah diakses dan mendukung berbagai aktivitas berpotensi mendorong interaksi sosial serta memperkuat kohesi masyarakat.

Meski demikian, manfaat tersebut tidak otomatis muncul hanya dengan menutup jalan. Kualitas udara, pengalihan arus kendaraan ke jalan sekitar, keamanan peserta, aksesibilitas bagi penyandang disabilitas, dan ketersediaan fasilitas publik tetap perlu diperhatikan.

Pagi hari menjadi waktu yang tepat

Pemilihan waktu juga menjadi faktor penting agar CFD memberikan manfaat optimal. Pelaksanaan pada pagi hari, terutama sekitar pukul 06.00 hingga 10.00 WIB, dapat menjadi pilihan karena suhu udara umumnya belum terlalu panas sehingga masyarakat lebih nyaman berjalan kaki, berlari, maupun bersepeda.

Rentang waktu tersebut juga memberikan kesempatan bagi keluarga, anak-anak, dan warga lanjut usia untuk beraktivitas sebelum memasuki waktu istirahat siang.

Namun, waktu pagi tidak selalu menjamin kualitas udara lebih baik. Kondisi polusi perlu dipantau berdasarkan pengukuran di masing-masing lokasi, terutama karena konsentrasi polutan dapat berubah mengikuti aktivitas lalu lintas dan kondisi cuaca.

Pada akhirnya, rutinitas CFD di lima wilayah Jakarta diharapkan tidak sekadar menjadi agenda olahraga mingguan. Kegiatan ini juga dapat memperluas akses masyarakat terhadap ruang publik yang sehat, nyaman, dan inklusif.

Jika dikelola secara konsisten, jalanan kota bukan hanya menjadi tempat kendaraan berlalu lalang, melainkan juga ruang bagi warga untuk bergerak, berinteraksi, dan membangun kehidupan perkotaan yang lebih sehat.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua