KabarJakarta.com — Perjalanan ke luar negeri tidak selalu dimulai ketika pesawat lepas landas. Bagi pencinta kopi, petualangan bahkan bisa dimulai dari aroma biji kopi yang baru dipanggang, pilihan rasa dari berbagai negara, hingga bingkisan yang bisa dibawa sebagai buah tangan.
Pengalaman semacam itu kini hadir di Bandara Internasional Soekarno-Hatta melalui butik kopi asal Maroko, Bacha Coffee. Berlokasi di area keberangkatan internasional Terminal 3, tepat di depan Gate 8, butik ini menjadi gerai ketiga di Jakarta sekaligus lokasi travel retail pertamanya di Indonesia.
Dengan luas sekitar 30 meter persegi, gerai tersebut menawarkan koleksi lebih dari 200 varian kopi spesialti 100 persen Arabika yang berasal dari 35 wilayah penghasil kopi di berbagai belahan dunia.
Kehadirannya memperkenalkan pilihan kopi yang lebih beragam bagi penumpang sebelum keberangkatan. Mereka dapat membeli kopi untuk dinikmati di rumah, dibawa sebagai oleh-oleh, atau dijadikan hadiah bagi orang terdekat setelah tiba di destinasi.
Membawa suasana Marrakech ke bandara
Didirikan pada 1910 di Marrakech, Maroko, Butik ini memiliki sejarah panjang yang berkaitan dengan budaya minum kopi di negara tersebut. Merek ini bermula dari Dar el Bacha, sebuah istana yang dahulu menjadi tempat berkumpulnya tokoh-tokoh budaya dan politik.
Warisan tersebut menjadi dasar konsep interior butik di Terminal 3. Pengunjung akan menemukan lantai marmer bermotif hitam-putih, langit-langit kayu cedar berukir, serta mozaik zellige berwarna-warni yang mengingatkan pada arsitektur tradisional Maroko.
Dinding gerai dihiasi kanister berwarna oker yang menyimpan koleksi kopi. Penataan tersebut menghadirkan suasana berbeda di tengah kesibukan bandara yang identik dengan antrean, pengumuman keberangkatan, dan pergerakan penumpang.
Aroma kopi yang dipanggang secara tradisional turut menjadi bagian dari pengalaman tersebut. Bacha Coffee mengandalkan proses pemanggangan perlahan untuk mengembangkan karakter aroma dan rasa kopi.
Dengan demikian, kunjungan ke butik ini tidak hanya berkaitan dengan pembelian produk, tetapi juga pengenalan terhadap tradisi kopi yang dibawa dari negara asalnya.
Saat ini, pilihan yang tersedia tidak terbatas pada satu karakter rasa. Keragaman asal biji dan proses pengolahannya memungkinkan pencinta kopi memilih produk sesuai selera maupun metode penyeduhan yang biasa digunakan.
Lebih dari 200 pilihan kopi dari berbagai negara
Koleksi yang dimiliki mencakup kopi single origin dari wilayah penghasil kopi tertentu hingga kopi dengan tambahan cita rasa atau fine flavoured coffee.
Untuk kategori single origin, tersedia Mount Kenya Coffee dari Kenya dan Lagoa Coffee dari Brasil. Kedua pilihan tersebut mewakili asal biji yang berbeda, sehingga menarik bagi konsumen yang ingin mengenal karakter kopi berdasarkan wilayah tumbuhnya.
Sementara itu, kategori fine flavoured mencakup 1910 Coffee dan Marrakech Morning Coffee. Pilihan ini memberikan alternatif bagi konsumen yang mencari pengalaman rasa di luar kopi dengan karakter asal tunggal.
Bagi mereka yang tertarik pada kopi dari daerah penghasil yang dikenal memiliki produk khas, tersedia pula Signature Nomad Collection. Koleksi ini antara lain mencakup Grand Moka Matari Coffee dari Yaman dan Blue Mountain Wallenford Coffee dari Jamaika.
Konsumen dapat memilih kopi dalam bentuk biji utuh atau meminta biji kopi digiling sesuai metode seduh yang diinginkan. Pilihan tersebut memberikan keleluasaan bagi mereka yang menggunakan alat seduh berbeda, mulai dari metode manual hingga perangkat seduh lainnya.
Untuk kebutuhan perjalanan, tersedia pula Coffee Bag Gift Box Collection berisi 12 atau 25 kantong kopi yang dikemas secara individual. Format ini memungkinkan kopi dibawa dengan lebih praktis tanpa harus menyiapkan biji dan alat ukur untuk setiap penyajian.
Bingkisan kopi untuk berbagai kesempatan
Selain kopi untuk konsumsi pribadi, butik juga menyediakan hamper dan layanan bingkisan eksklusif. Paket tersebut memadukan pilihan kopi, produk gourmet, serta aksesori kopi dalam kotak hadiah yang dirancang dengan perhatian pada tampilan kemasan.
Bingkisan semacam ini dapat menjadi alternatif buah tangan bagi penumpang yang ingin membawa produk khas dari perjalanan atau memberikan hadiah kepada keluarga, teman, maupun rekan kerja. Namun, pilihan paket dan kesesuaiannya dengan kebutuhan penerima tetap menjadi pertimbangan sebelum membeli.
Kehadiran produk hadiah juga memperlihatkan bagaimana kopi tidak hanya diposisikan sebagai minuman sehari-hari, tetapi dapat menjadi bagian dari pengalaman berbagi. Bagi sebagian orang, secangkir kopi memiliki hubungan dengan kebiasaan berkumpul, percakapan, dan waktu istirahat di tengah aktivitas yang padat.
Di lingkungan bandara, aspek kepraktisan menjadi penting. Produk yang dikemas individual maupun kotak hadiah memungkinkan penumpang memilih barang yang relatif mudah dibawa, meskipun ketentuan bagasi dan pemeriksaan keamanan tetap perlu diperhatikan, terutama untuk penerbangan internasional.
Sejauh ini, butik telah melayani pelanggan di lebih dari 60 negara melalui gerai fisik dan kanal daring. Ekspansi ke Terminal 3 Soekarno-Hatta menambah pilihan bagi penumpang yang ingin mengenal kopi dari berbagai wilayah dunia tanpa harus mengunjungi negara asalnya.
Di tengah perjalanan yang kerap berlangsung terburu-buru, lokasi ini menghadirkan kesempatan untuk berhenti sejenak dan mengenal keragaman kopi. Bagi pencinta kopi, pengalaman tersebut bisa menjadi bagian kecil dari perjalanan: memilih biji dari negara lain, membawa pulang aroma yang berbeda, atau membagikan secangkir kopi kepada orang-orang yang menunggu di tempat tujuan.