Langsung ke konten
Gaya Hidup

Ratusan Sispala Jakarta Bergerak, Rawat Pohon dan Bangun Budaya Peduli Lingkungan

Redaksi Diperbarui
Ratusan Sispala DKI Jakarta mengikuti Sarasehan Lingkungan mengusung tema "Mengintegrasikan Ruang Terbuka Hijau, Ecogreen, dan Pendidikan Karakter Pelajar Jakarta" di Taman Bendera Pusaka, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Foto: Pemprov DKI
Ratusan Sispala DKI Jakarta mengikuti Sarasehan Lingkungan mengusung tema "Mengintegrasikan Ruang Terbuka Hijau, Ecogreen, dan Pendidikan Karakter Pelajar Jakarta" di Taman Bendera Pusaka, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Foto: Pemprov DKI

KabarJakarta.com — Ruang terbuka hijau bukan sekadar tempat untuk berteduh atau memperindah kota. Di balik pepohonan yang tumbuh, ada tanggung jawab untuk menjaga lingkungan agar tetap lestari. Kesadaran inilah yang ingin ditanamkan kepada ratusan pelajar pencinta alam dalam Sarasehan Lingkungan di Taman Bendera Pusaka, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (31/10).

Mengusung tema “Mengintegrasikan Ruang Terbuka Hijau, Ecogreen, dan Pendidikan Karakter Pelajar Jakarta”, kegiatan yang diinisiasi Forum Alumni Siswa Pecinta Alam (FASTA) bersama Siswa Pencinta Alam (Sispala) ini menjadi ruang belajar bagi pelajar untuk memahami pentingnya menjaga lingkungan, mulai dari mengelola sampah hingga menanam dan merawat pohon.

Lebih dari 400 peserta didik dari berbagai sekolah di DKI Jakarta mengikuti kegiatan tersebut. Mereka tidak hanya bertemu dan bertukar pengalaman, tetapi juga diajak melihat bahwa kepedulian terhadap lingkungan perlu diwujudkan melalui tindakan nyata.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Jakarta Selatan, Sarwoko. Ia mengapresiasi inisiatif FASTA dan Sispala yang dinilainya dapat membantu menumbuhkan kesadaran pelajar untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, terutama di sekolah.

Menurut Sarwoko, keterlibatan pelajar pencinta alam dapat memperkuat upaya membangun kebiasaan mengelola sampah sejak dini. Lingkungan sekolah menjadi salah satu tempat penting untuk menanamkan kebiasaan tersebut sebelum diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

"Anak-anak tergabung dalam kelompok pencinta alam tentu punya kepedulian dan kecintaan terhadap lingkungan," ujar Sarwoko di Jakarta, Sabtu (31/10).

Sejalan dengan Program JOSS

Gerakan yang melibatkan pelajar ini sejalan dengan program Jaga Olah Sampah Sekolah (JOSS), salah satu program Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, untuk mendorong pengelolaan sampah sejak dari lingkungan pendidikan.

Sarwoko menjelaskan, program JOSS telah dilaksanakan di berbagai sekolah di Jakarta. Puncak kegiatannya direncanakan berlangsung di Lapangan Banteng pada 19 Desember mendatang dan diharapkan dibuka langsung oleh Gubernur DKI Jakarta.

Melalui program tersebut, sekolah diharapkan tidak hanya menjadi tempat untuk belajar memilah dan mengolah sampah, tetapi juga membangun kebiasaan menjaga kebersihan secara konsisten.

Namun, menurut Sarwoko, kepedulian terhadap lingkungan tidak cukup berhenti pada persoalan sampah. Upaya penghijauan juga perlu menjadi bagian dari gerakan yang dilakukan pelajar.

Ia mengajak siswa menanam dan merawat pohon di lingkungan sekolah maupun rumah. Keberadaan pepohonan diharapkan membuat Jakarta semakin hijau dan rindang, sekaligus membantu memperbaiki kualitas udara serta menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman.

"Saya minta adik-adik dan teman-teman mampu menghijaukan lingkungan sekolah. Bukan hanya terlibat memilah sampah, tetapi bagaimana pohon-pohon itu bisa tumbuh," jelasnya.

Ajakan tersebut menegaskan bahwa menjaga lingkungan membutuhkan kebiasaan yang dilakukan secara berkelanjutan. Menanam pohon, misalnya, tidak cukup dilakukan dalam satu kegiatan seremonial. Pohon yang ditanam perlu dirawat agar tumbuh dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Sispala jadi penggerak di sekolah

Sarwoko berharap kegiatan yang melibatkan Sispala dapat terus dilaksanakan dan menjangkau lebih banyak sekolah di Jakarta. Para anggota Sispala dinilai memiliki peluang menjadi penggerak sekaligus duta lingkungan bagi teman-teman mereka.

Dengan berbagi pengetahuan dan pengalaman, pelajar pencinta alam dapat mengajak lebih banyak siswa membiasakan diri menjaga kebersihan, mengolah sampah, serta menghijaukan lingkungan sekolah.

Ketua Dewan Pengarah FASTA DKI Jakarta, Rudi Nurcahyo, menjelaskan, berbagai kegiatan yang diselenggarakan organisasinya bertujuan menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini.

Pelajar merupakan generasi yang akan menentukan bagaimana lingkungan dikelola pada masa mendatang. Karena itu, mereka perlu dibekali kesadaran untuk menjaga alam, bukan justru melakukan tindakan yang merusaknya.

"Sangat penting menumbuhkan kepedulian lingkungan di antara para pelajar. Sebab, mereka merupakan generasi masa depan yang harus kita pastikan tidak terlibat merusak lingkungan, tapi menjaga dan melestarikan lingkungan,” ucap Rudi.

Ketua FASTA DKI Jakarta, Adjie Rimbawan, menambahkan bahwa organisasinya akan terus mengadakan kegiatan edukatif maupun aksi nyata yang berkaitan dengan pelestarian lingkungan.

Ia menyebut sarasehan tersebut diikuti lebih dari 400 peserta didik anggota Sispala dari berbagai wilayah di Jakarta. FASTA juga ingin menjadikan organisasinya sebagai wadah bagi pelajar untuk melakukan kegiatan positif sekaligus memperluas pengetahuan tentang lingkungan.

Belajar, berbagi, dan menanam pohon

Bagi peserta, sarasehan ini tidak hanya menjadi kesempatan untuk menambah pengetahuan, tetapi juga memperluas pertemanan dengan sesama pencinta alam.

Angelica Refalina Sitorus, siswa Sispala SMA Negeri 54 Jakarta, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut. Ia mendapatkan wawasan baru mengenai pentingnya menjaga dan melestarikan lingkungan.

"Banyak wawasan yang didapat tentang upaya menjaga dan melestarikan lingkungan. Kita juga bisa bertemu, menambah teman, dan berbagi pengalaman dengan Sispala dari sekolah lain," tuturnya.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan aksi penanaman pohon di Taman Bendera Pusaka. Kegiatan tersebut menjadi bentuk penerapan langsung dari pesan yang disampaikan selama sarasehan, yakni menjaga lingkungan harus diwujudkan melalui tindakan nyata.

Pada kesempatan yang sama, panitia juga memberikan penghargaan kepada pegiat lingkungan Muhammad Gunawan, yang akrab disapa Kang Gun.

Melalui sarasehan tersebut, FASTA dan Sispala berharap kepedulian terhadap lingkungan tidak berhenti setelah kegiatan berakhir. Kebiasaan memilah sampah, merawat pohon, dan menjaga kebersihan perlu dibawa ke sekolah serta rumah masing-masing.

Pada akhirnya, Jakarta yang lebih hijau dan bersih tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah. Partisipasi masyarakat, termasuk pelajar, menjadi bagian penting untuk mewujudkannya. Dari kebiasaan sederhana yang dilakukan sejak dini, budaya menjaga lingkungan dapat tumbuh dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua