KabarJakarta.com — Kolong Flyover Kampung Melayu, Jakarta Timur, kini memiliki wajah baru. Area yang sebelumnya kurang termanfaatkan dan sebagian digunakan sebagai tempat penampungan sampah itu disulap menjadi ruang publik dengan fasilitas ring tinju, lapangan olahraga, serta Posko Jaga Jakarta.
Perubahan tersebut bukan sekadar penataan kawasan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap keberadaan fasilitas olahraga dapat menjadi salah satu cara untuk menekan aksi tawuran antarpelajar dan warga yang selama ini kerap terjadi di Jakarta Timur.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan fasilitas ring tinju dan Posko Jaga Jakarta Kampung Melayu pada Jumat (6/11). Arena itu menjadi fasilitas ring tinju kedua yang dibangun Pemprov DKI setelah sebelumnya menghadirkan sarana serupa di kolong Flyover Pasar Rebo.
Pramono mengungkapkan, sepanjang 2025 tercatat lebih dari 130 aksi tawuran terjadi di kawasan Jakarta Timur. Namun, angka tersebut menurun tajam setelah sejumlah ruang publik mulai dimanfaatkan sebagai tempat kegiatan olahraga.
Hingga akhir Oktober 2026, jumlah tawuran tercatat sekitar 20 kasus. Penurunan juga terlihat di kawasan yang telah dilengkapi fasilitas olahraga, termasuk arena tinju di Pasar Rebo.
"Sampai akhir Oktober, karena fasilitas ini sudah digunakan untuk pertandingan bola, sarana berlatih tinju, termasuk sebelumnya saya resmikan di Pasar Rebo, di Jakarta Timur ini terjadi penurunan angka tawuran. Terutama di tempat ini yang luar biasa, dari 132 menjadi kurang lebih 20-an," ujar Pramono.
Menurut dia, penyediaan fasilitas olahraga memberikan ruang bagi anak muda untuk menyalurkan energi melalui kegiatan yang lebih positif. Dengan demikian, waktu dan aktivitas mereka dapat diarahkan pada latihan, pertandingan, serta kegiatan bersama yang bermanfaat.
Pendekatan ini diharapkan tidak hanya menghadirkan tempat berolahraga, tetapi juga membangun interaksi sosial yang lebih sehat di lingkungan masyarakat.
Karena itu, Pramono ingin model penataan kolong jalan layang menjadi ruang aktivitas warga dapat diterapkan di wilayah lain di Jakarta. Pemerintah akan mengidentifikasi sejumlah kolong flyover yang memungkinkan untuk dialihfungsikan sesuai kebutuhan masyarakat.
Ia juga meminta PAM Jaya turut berpartisipasi dalam pengembangan fasilitas serupa, termasuk di Jakarta Utara.
"Cari flyover yang seperti ini, kemudian jadikan tempat untuk, apakah skateboard, sarana tinju, menjadi tempat bermain bola, agar energi anak-anak di Jakarta ini bisa tersalurkan dengan baik," paparnya.
Pembangunan fisik arena ring tinju Kampung Melayu berlangsung mulai 20 Agustus hingga 23 Oktober 2026. Pengerjaannya dilakukan melalui kolaborasi Pemprov DKI Jakarta dengan PAM Jaya.
Bekas penampungan sampah jadi posko
Penataan kolong Flyover Kampung Melayu tidak hanya menyasar penyediaan fasilitas olahraga. Area yang sebelumnya digunakan sebagai tempat penampungan sampah juga mengalami perubahan fungsi menjadi Posko Jaga Jakarta.
Alih fungsi tersebut dilakukan seiring menurunnya volume produksi sampah di lokasi itu. Kondisi tersebut membuka kesempatan bagi pemerintah untuk memanfaatkan area yang sebelumnya digunakan untuk penampungan sampah menjadi fasilitas pendukung keamanan dan ketertiban lingkungan.
Pramono mengapresiasi keterlibatan masyarakat dalam mendukung kebijakan pemilahan sampah. Menurutnya, partisipasi warga menjadi salah satu faktor penting dalam mengurangi persoalan sampah di kawasan tersebut.
Upaya itu sejalan dengan Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 5 Tahun 2026 tentang pemilahan sampah. Kebijakan tersebut mendorong masyarakat untuk memilah sampah sejak dari sumbernya sehingga pengelolaan sampah dapat dilakukan lebih efektif.
Pramono menilai penerapan kebijakan tersebut telah memberikan hasil positif di Kampung Melayu. Berkurangnya volume sampah memungkinkan area penampungan dialihkan menjadi fasilitas yang memiliki fungsi baru bagi masyarakat.
"Ini contoh yang baik bagi penanganan di lapangan, untuk mengatasi tawuran, mengatasi sampah, dan juga menjaga keamanan di Jakarta ini," jelasnya.
Melalui penataan tersebut, kolong Flyover Kampung Melayu kini diarahkan menjadi ruang publik dengan fungsi yang lebih beragam. Ring tinju dan lapangan olahraga menjadi sarana aktivitas anak muda, sementara Posko Jaga Jakarta diharapkan mendukung keamanan lingkungan.
Pemprov DKI berharap perubahan fungsi ruang publik akan menjadi contoh penanganan persoalan perkotaan melalui pendekatan yang menggabungkan kegiatan olahraga, pengelolaan sampah, dan keterlibatan masyarakat.