Langsung ke konten
News

1.100 Rumah Warga di Pandeglang Rusak Akibat Gempa Banten

Redaksi Diperbarui
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1

KabarJakarta.com --  Hingga pukul 09.00 WIB, Sabtu (15/1/2022), sedikitnya 1.000 rumah mengalami kerusakan akibat gempa Magnitudo 6,6 yang terjadi di Banten, Jumat (14/1) kemarin. Data tersebut dirilis oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pandeglang.

“Data terbaru ada 1.100 rumah warga yang rusak akibat gempa,” kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD dan Damkar Pandeglang Girgi Jantoro.

Girgi merinci, dari ribuan rumah itu, 617 rumah mengalami rusak ringan, 269 rusak sedang, dan 214 rusak berat. Rumah-rumah tersebut tersebar di 28 kecamatan di Pandeglang.

Dia menyebutkan, yang paling parah di Kecamatan Sumur, Cibaliung, Panimbang, Cimanggu, dan Cikeusik.

Sedangkan jumlah warga yang mengungsi, BPBD Pandeglang sampai saat ini mencatat ada 200 lebih orang. Mereka yang mengungsi mayoritas warga yang rumahnya hancur akibat gempa, dan warga yang tinggal di wilayah pesisir seperti Kecamatan Sumur.

Sementara, fasilitas publik yang dilaporkan rusak di antaranya 13 bangunan sekolah, 14 puskesmas, dan 3 kantor pemerintahan desa.

“Kemudian 4 sarana ibadah dan satu tempat usaha. Semuanya mengalami rusak ringan,” ungkap Girgi.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua