KabarJakarta.com -- Ditemukan kasus baru Covid-19 pada dua sekolah di Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, yakni SMAN 71 Jakarta dan SMK Malaka. Salah satu siswa dinyatakan positif varian Omicron.
Siswa SMAN 71 Jakarta yang terpapar Covid-19 diketahui memiliki riwayat berpergian ke luar kota bersama orang tuanya sebelum kembali bersekolah di tanggal 3 Januari 2022.
Esok harinya, 4 Januari 2022, sang pelajar merasa tidak enak badan dan kemudian menjalani tes swab antigen dengan hasil negatif.
Namun, karena kondisi kesehatannya tak kunjung membaik, ia melakukan tes PCR mandiri bersama orang tuanya. Pada 7 Januari 2022, siswa SMAN 71 Jakarta itu dinyatakan positif Covid-19.
Dari hasil tes Whole Genome Sequencing (WGS) yang dia terima, dinyatakan ia terpapar virus Covid-19 varian Omicron.
Sedangkan, siswa SMK Malaka tidak banyak informasi kenapa bisa terpapar Covid-19. Namun, Wakil Kepala Sekolah SMK Malaka Muchuri Dede Pranoto membenarkan perihal salah satu siswanya terpapar Covid-19.
“Hari Jumat (8/1) kemarin diketahui positif, dan informasinya baru diberi tahu sore harinya,” jelas Muchmuri, Rabu (12/1/2022).
Bahayanya pembelajaran tatap muka (PTM)
Epidemiolog dari Universitas Indonesia (UI) Tri Yunis Miko Wahyono meminta Pemprov DKI Jakarta berpikir ulang untuk menggelar PTM 100 persen yang saat ini dilakukan. Padahal, daerah-daerah penyangganya seperti Bekasi, Depok, dan Bogor sudah memutuskan PTM 100 persen karena penyebaran kasus Covid-19 yang semakin masif.
“Depok saja minta ditunda, diikuti oleh Bogor juga meminta ditunda, karena statusnya turun ke PPKM Level 2. Jadi saran saya, Jakarta harus berpikir ulang, untuk ikut menunda,” ujar Miko, panggilan akrabnya.
Jika Pemprov DKI tetap bersikeras diri menggelar PTM 100 persen, ia menyarankan kapasitas pembelajaran langsung di sekolah harus dievaluasi. Dia juga turun menyalahi aturan pemerintah pusat karena tidak secara spesifik mengatur evaluasi PTM ketika kasus Covid-19 kembali meningkat.
“Yang mengatur PPKM-nya yang salah. PPKM Level 2 dan 1 tidak ada pembatasan dalam pembelajaran tatap muka,” ucapnya.
Pemprov DKI tetap menggelar PTM 100%
Meski ada imbauan untuk menunda, Pemprov DKI Jakarta tetap menggelar PTM 100 persen. Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria berpendapat DKI Jakarta masih memenuhi syarat untuk menggelar belajar tatap muka 100 persen.
Kasus yang ditemukan di SMAN 71 Jakarta dan SMK Malaka menurutnya hanya kasus kecil dari ribuan sekolah yang ada di Ibu Kota.
“Masa hanya karena satu dua sekolah ditemukan kasus Covid-19 membuat seluruh sekolah ditutup,” kata Riza Patria.
Ia berpendapat, membatalkan kebijakan PTM 100 persen bukan solusi yang bijak dan tepat. Saat ini DKI Jakarta hanya menutup sekolah yang terdeteksi ada kasus Covid-19.
Katanya, dua sekolah tersebut, SMAN 71 Jakarta dan SMK Malaka ditutup selama lima hari untuk sterilisasi dan pelacakan terhadap siswa atau pengajar yang kontak erat dengan pasien.
“Kalau yang terpapar kurang dari 5 persen akan ditutup selama lima hari. Sedangkan lebih dari 5 persen akan ditutup selama 14 hari. Kita ikuti aturan saja,” pungkas Riza Patria.