Langsung ke konten
News

10 Tahun Bekerja, 36 Karyawan Apartemen Cervino Village Dipecat Tanpa Pesangon

Redaksi Diperbarui
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1

KabarJakarta.com -- Sedikitnya 36 orang mengeluhkan nasibnya kepada anggota DPRD DKI Fraksi PSI August Hamonangan. Mereka mengaku dipecat tanpa diberikan pesangon, padahal sudah bekerja 3 sampai 10 tahun.

Michael Fauzi, mantan security Apartemen Cervino Village, Tebet, Jakarta Selatan mengatakan, karyawan yang diberhentikan dari berbagai bagian

“Yang dipecat ada yang dari bagian security, house kipping, gondola, taman, dan laundry,” kata Michael kepada KabarJakarta.com, Sabtu (20/11/2021).

Michael melanjutkan, dirinya dan rekan-rekannya senasib sudah berusaha memperjuangkan haknya, dan mengadukan ke banyak pihak.

“Tapi belum ada hasilnya. Sampai sekarang kami belum menerima pesangon yang merupakan hak kami,” ungkapnya.

Menanggapi persoalan itu, August Hamonangan mengingatkan kepada manajemen Apartemen Cervino Village untuk segera menyelesaikan kewajibannya membayar pesangon kepada mantan karyawannya.

“Saya mengingatkan kepada manajemen Apartemen Cervino Village untuk segera menyelesaikan kewajiban membayar pesangon itu,” tegas August Hamonangan saat berada di Apartemen Cervino Village, Sabtu (20/11/2021).

August menegaskan, dirinya tidak akan segan-segan membawa permasalahan ini ke tingkat lebih tinggi.

“Jika tidak juga diselesaikan dengan cepat, akan saya bawa permasalahan ini ke Gubernur DKI Anies Baswedan,” ungkapnya.

Ananta, perwakilan dari Apartemen Cervino Village secara pribadi menyatakan dukungannya terhadap upaya para karyawan. “Saya pribadi mengatakan, terus berjuang pak,” ucapnya.

Pemilihan Ketua P3SRS Diundur

Di hari yang sama, para penghuni Apartemen Cervino Village menggelar acara pemilihan Ketua Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (P3SRS) dan deklarasi P3SRS Watch. Namun, acara pemilihan Ketua P3SRS diundur hingga tanggal 4 Desember 2021.

Ketua Panitia Musyawarah P3SRS Apartemen Cervino Village, Aurelio mengatakan, sejak tahun 2012 hingga kini, Apartemen Cervino Village belum pernah memilih Ketua P3SRS.

Katanya lagi, selama ini pengurus P3SRS merupakan orang yang dipilih oleh pengelola apartemen. Padahal berdasarkan peraturan perundang-undangan pengurus P3SRS harus terbentuk setahun setelah bangunan didirikan atau dihuni.

“Sampai sekarang belum pernah terpilih pengurus P3SRS dari hasil pemilihan yang demokratis. Sejak bulan Juni 2020 lalu kami berusaha membentuknya, tapi ada saja yang menghalang-halangi,” ucap Aurelio.

Ditegaskan Aurelio, di tanggal 4 Desember mendatang mayoritas penghuni Apartemen Cervino Village sudah sepakat pemilihan Ketua P3SRS tidak boleh tertunda lagi.

“Enggak boleh tertunda lagi. Karena sudah tertunda beberapa kali, korum tidak korum akan dipilih Ketua P3SRS,” tuturnya.

Sementara itu, August Hamonangan sangat menyayangkan ketidakhadiran perwakilan dari Dinas Perumahan DKI. Menurutnya, sebagai Pembina wadah P3SRS, Dinas Perumahan DKI seharusnya hadir.

Ia curiga, ketidakhadiran Dinas Perumahan DKI ada hubungannya dengan tidak lolosnya salah satu calon sebagai kandidat Ketua P3SRS.

“Informasi yang saya dapat, calon tersebut tidak lolos karena tidak memenuhi persyaratan sebagai kandidat sesuai Pergub DKI No. 133 Tahun 2019. Dan Dinas Perumahan katanya meminta calon tersebut diloloskan sebagai kandidat Ketua P3SRS,” ungkap August Hamonangan.

Dia mengimbau, pada 4 Desember 2021 mendatang Dinas Perumahan DKI hadir.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua