KabarJakarta.com - Perkembangan kasus COVID-19 di DKI Jakarta terus bertambah. Jakarta memberikan kontribusi tertinggi penyumbang kasus dalam beberapa hari terakhir.
Berdasarkan data Satgas Penanganan COVID-19, pada Selasa (28/6), total kasus konfirmasi harian mencapai 1.445 kasus baru, di mana total kasus aktif sebanyak 14.315. DKI Jakarta menjadi provinsi penyumbang terbanyak dengan jumlah 8383, disusul Jawa Barat dengan 241 kasus, dan Banten dengan 147 kasus.
Dalam sepekan terakhir, kasus tambahan COVID-19 di DKI Jakarta mencapai lebih dari 8.000 kasus per hari. Positivity rate di Jakarta bahkan dua kali lipat lebih tinggi dari stand aman WHO.
Lonjakan kasus tak lepas dari kemunculan varian Omicron BA.4 dan BA.5. Pada puncak gelombang Omicron beberapa waktu lalu, para ahli melaporkan banyak pasien yang menunjukkan gejala berhubungan dengan perut.
Penelitian telah menunjukkan bahwa orang yang memiliki COVID-19 terkadang dapat mengalami gejala gastrointestinal.
Mengutip Times of India, beberapa orang yang mengidap virus Corona mengeluhkan sakit perut yang akut saat terinfeksi virus tersebut, tapi rasa sakit yang terkait dengan Omicron biasanya terasa di sekitar bagian tengah perut.
Gejala virus COVID-19 yang lebih ringan selalu disertai dengan gejala lain seperti sakit kepala dan kelelahan. Dalam beberapa kasus, orang tersebut mungkin juga mengalami masalah sakit tenggorokan dan kehilangan nafsu makan.
Berikut adalah beberapa tanda yang tidak boleh Anda abaikan mengenai masalah perut menurut NHS:
1. Sakit perut Anda datang tiba-tiba atau sakit perut yang sangat parah
2. Sakit ketika perut tersentuh
3. Muntah darah dan muntahan terlihat seperti kopi bubuk
4. Tinja tampak berdarah atau hitam
5. Tidak bisa buang air kecil
6. Tidak bisa buang air besar atau kentut
Jika Anda positif COVID-19 dan sedang mengalami sakit perut akut, para ahli menyarankan dua hal untuk menangani situasi tersebut.
Pertama, konsumsi makanan yang sehat dan cobalah untuk mengurangi makanan pedas dan berminyak. Kedua, perbanyak minum air putih untuk menghilangkan racun dari saluran pencernaan dan menjaga diri Anda tetap terhidrasi.
Masalah saluran cerna adalah tanda COVID-19 yang tidak boleh dianggap enteng. Jika Anda merasakan masalah terkait perut dan kondisinya makin buruk dalam waktu 48 jam, segera periksa ke dokter.