KabarJakarta.com - Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Rani Mauliani meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI bergerak cepat dan sigap mencegah penularan hepatitis akut atau hepatitis misterius. Dia mewanti-wanti Dinkes DKI agar tidak melakukan blunder saat mengambil kebijakan.
Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, Pemprov DKI Jakarta mencatat ada 21 orang diduga terjangkit hepatitis akut misterius. Kini 21 orang tersebut sedang dalam proses penyelidikan epidemiologi.
“Data sementara 21 kasus yang diduga terkait hepatitis akut. Namun ini masih dalam proses penyelidikan epidemiolog,” kata Riza Patria di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.
Dia menjelaskan, dari 21 orang itu tiga di antaranya meninggal dunia. Dia berharap tidak ada lagi korban jiwa dalam kasus hepatitis akut ini.
Kembali lagi ke Rani, dia menegaskan harus dilakukan evaluasi terhadap 21 kasus tersebut.
“Harus ada evaluasi dari 21 kasus itu, dalam hal ini Dinkes harus lebih gerak cepat dalam berpikir langkah-langkah ke depan seperti apa, dari pencegahan, pengobatan, perawatan, maupun langkah bila hal buruk terjadi, paparan rata-rata melalui apa, harus mulai berpikir bersama, jangan mikir sendiri, malah blunder sendiri juga,” ujar Rani, Kamis (12/5/2022).
Wakil Ketua DPRD DKI ini melanjutkan, Komisi E akan menggelar rapat dengan Dinkes DKI. Dia juga berharap Dinas Pendidikan (Disdik) turut hadir, mengingat PTM 100 persen masih diberlakukan di Jakarta.
“Agar kita bisa menemukan solusi dan tindakan-tindakan preventif dalam pencegahan, penanganan kasus hepatitis misterius ini. Mengingat isu yang beredar sasaran paparannya lebih ke anak-anak,” ucapnya.
Dengan demikian, Rani berharap PTM 100 persen di sekolah bisa terus berlanjut dengan aman di tengah kasus hepatitis akut ini. Sementara itu, terkait temuan 21 kasus diduga hepatitis misterius, dia belum menerima data sebaran pasien di Jakarta.