KabarJakarta.com - Pemkot Jakarta Pusat mencatat ada sebanyak 252 bangunan liar di bantaran kali hingga di atas drainase. Bangunan-bangunan tersebut akan diterbitkan.
Wakil Wali Kota Jakarta Pusat Irwandi mengatakan, bangunan-bangunan tersebut terdiri dari gubuk, warung atau tempat hunian, dan kios.
Katanya, saat ini pihaknya sedang melakukan pendataan untuk mengetahui apakah bangunan-bangunan tersebut berdiri di atas tanah milik Pemprov DKI Jakarta.
Irwandi mengatakan, penertiban bangunan liar itu tertuang dalam Kegiatan Strategis Daerah (KSD) 23/06. Dia menyebutkan, nantinya ratusan bangunan tersebut akan direlokasi sesuai bentuk bangunannya.
“Kalau bangunan itu hunian maka akan dipindahkan ke Rusun. Kalau tempat usaha dipindahkan ke Loksen yang kosong. Ini harus ada solusinya,” terangnya.
Menurut dia, banyaknya bangunan di bantaran kali akan menghambat proses serapan air ketika banjir. Kata Irwandi lagi, banyaknya bangunan di sepanjang bantaran kali itu juga mempersulit Dinas Sumber Daya Air (SDA) melakukan pekerjaan di sungai.
“Misal ada kegiatan penanganan banjir, masuk beko-nya dari mana? susah masuknya. Kondisi seperti ini yang menghambat pekerjaan SDA gara-gara bangunan-bangunan yang ada di atas drainase ini,” tuturnya.
Irwandi mengungkapkan, penertiban akan mulai dilakukan tahun depan. Saat ini Pemkot Jakarta Pusat masih melakukan pendataan.
“Pelaksanaannya mungkin tahun depan, kita data dulu. Seharusnya begitu muncul satu langsung ditertibkan, muncul diingatkan, tertibkan. Jadi tidak bertambah semakin banyak. Ini sudah kesalahan lama, jadi masalah ini sudah bertahun-tahun,” ujar Irwandi.
Untuk saat ini, lanjut Irwandi, akan dilakukan pendataan di empat kecamatan di wilayah Jakarta Pusat. Dia menyebut pihaknya tengah memprioritaskan kawasan Tanah Abang yang memiliki 140 bangunan di bantaran kali.
“Iya untuk sementara ini empat kecamatan. Sebenarnya banyak tapi kita enggak semua dulu. Kalau langsung seluruhnya enggak mungkin terkejar. Tanah Abang paling prioritas karena paling banyak, tepatnya di Jalan Jati Bunder RW 014 ada 140 bangunan liar,” pungkasnya.