KabarJakarta.com — Di kawasan pesisir Kepulauan Seribu, keselamatan saat beraktivitas di laut menjadi hal penting yang tidak bisa dipisahkan dari upaya menjaga kelestarian ekosistem. Bagi nelayan, warga pesisir, maupun masyarakat yang beraktivitas di sekitar perairan, keberadaan sarana keselamatan dapat menjadi penolong ketika terjadi keadaan darurat.
Salah satu upaya yang dilakukan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (Sudin KPKP) Kabupaten Kepulauan Seribu adalah memasang 30 ring buoy atau pelampung penyelamat di enam pulau. Program ini tidak hanya ditujukan untuk mendukung keselamatan masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari aksi konservasi laut berbasis masyarakat.
Pemasangan itu dilaksanakan bersama kelompok Daerah Perlindungan Laut Berbasis Masyarakat (DPL-BM), yang mendorong keterlibatan warga dalam menjaga kawasan laut agar tetap lestari.
Kepala Seksi Kelautan dan Perikanan Sudin KPKP Kepulauan Seribu, Gama Eka Anantha, menjelaskan pemasangan pelampung merupakan salah satu bentuk aksi konservasi di kawasan area perlindungan laut (APL).
"Pemasangan ring buoy merupakan salah satu bentuk aksi konservasi untuk mendukung keselamatan masyarakat, sekaligus menjaga ekosistem laut di area perlindungan," ujarnya, Kamis (22/10).
Ring Buoy di kawasan laut
Ring buoy merupakan alat keselamatan berbentuk lingkaran yang dirancang agar dapat mengapung di air. Peralatan ini dapat dilemparkan kepada orang yang mengalami kesulitan di laut sehingga membantu korban tetap mengapung sembari menunggu pertolongan lebih lanjut.
Keberadaan pelampung penyelamat menjadi penting karena kecelakaan di perairan dapat terjadi dalam berbagai situasi, mulai dari seseorang yang terjatuh ke laut hingga kondisi yang menyulitkan orang untuk berenang menuju tempat aman. Dalam keadaan darurat, tersedianya alat yang mudah dijangkau dapat membantu mempercepat pertolongan awal.
Karena itu, penempatan ring buoy tidak dilakukan secara sembarangan. Sudin KPKP memprioritaskan kawasan yang dinilai rawan kecelakaan serta lokasi dengan aktivitas masyarakat yang tinggi.
Di tempat-tempat tersebut, kebutuhan terhadap sarana keselamatan cenderung lebih besar karena lebih banyak orang beraktivitas di sekitar perairan. Penempatan pelampung pada titik yang strategis diharapkan memudahkan masyarakat mengambilnya ketika dibutuhkan, meskipun efektivitasnya tetap bergantung pada aksesibilitas, kondisi alat, dan kecepatan pertolongan.
Gama menjelaskan, sebanyak 30 unit ring buoy telah dipasang di Pulau Sabira, Pulau Tidung, Pulau Lancang, Pulau Pari, Pulau Payung, dan Pulau Pramuka. Masing-masing pulau mendapatkan 5 (lima) unit yang ditempatkan di kawasan perlindungan laut.
Program ini selanjutnya direncanakan menjangkau Pulau Kelapa dan Pulau Harapan. Pemasangan di kedua pulau tersebut dijadwalkan berlangsung pada November mendatang.
Keselamatan jadi bagian dari konservasi
Pemasangan pelampung penyelamat memiliki kaitan dengan konservasi laut karena perlindungan kawasan perairan tidak hanya menyangkut kelestarian habitat, tetapi juga keselamatan orang-orang yang beraktivitas di dalamnya.
Kawasan perlindungan laut membutuhkan dukungan masyarakat agar aturan dan tujuan konservasi dapat berjalan. Nelayan dan warga pesisir merupakan bagian penting dari kehidupan kawasan tersebut. Mereka beraktivitas, menggantungkan penghidupan, sekaligus berpotensi terlibat langsung dalam upaya menjaga sumber daya laut.
Dengan tersedianya sarana keselamatan, masyarakat diharapkan dapat beraktivitas dengan dukungan perlindungan yang lebih baik. Pada saat yang sama, keterlibatan warga dalam pengelolaan kawasan dapat memperkuat kepedulian terhadap lingkungan laut.
Meski demikian, ring buoy bukan alat yang secara langsung memulihkan terumbu karang atau mencegah kerusakan ekosistem. Perannya lebih pada mendukung keselamatan dan memperkuat pengelolaan kawasan perlindungan laut yang melibatkan masyarakat.
Upaya tersebut tetap perlu berjalan bersama perlindungan habitat, pengawasan kawasan, dan praktik pemanfaatan sumber daya laut yang bertanggung jawab.
Sebelum pemasangan ini, informasi mengenai jumlah sarana keselamatan yang tersedia, riwayat kecelakaan, maupun kondisi fasilitas di setiap pulau belum disertai data terperinci. Karena itu, program tersebut belum dapat disebut sebagai jawaban atas kekurangan alat keselamatan yang telah terukur.
Namun, penambahan fasilitas di titik-titik prioritas merupakan langkah preventif untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat.
Gama berharap keterlibatan warga dalam program ini turut meningkatkan kesadaran untuk menjaga kawasan konservasi. "Melalui pengelolaan berbasis masyarakat, kami berharap kepedulian warga terhadap kelestarian ekosistem laut semakin meningkat," katanya.
Warga dilibatkan menjaga laut
Dukungan terhadap program tersebut datang dari Ketua RW 03 Kelurahan Pulau Harapan yang juga berprofesi sebagai nelayan, Muhammad Ali. Ia menilai pemasangan ring buoy sebagai langkah positif untuk mendukung keselamatan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian laut.
"Kami berterima kasih dan terus mendukung pemasangan ring buoy ini. Semoga fasilitas tersebut bisa bermanfaat bagi masyarakat serta meningkatkan kepedulian bersama dalam menjaga kawasan laut," katanya.
Dukungan warga menjadi unsur penting agar fasilitas yang telah dipasang dapat dimanfaatkan dan dirawat dengan baik. Pelampung penyelamat perlu ditempatkan di lokasi yang mudah dijangkau, diperiksa secara berkala, dan dijaga agar tetap siap digunakan saat keadaan darurat.
Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dan kelompok DPL-BM, pemasangan ring buoy di Kepulauan Seribu diharapkan menjadi bagian dari upaya membangun kawasan pesisir yang lebih aman sekaligus memperkuat tanggung jawab bersama terhadap laut.
Menjaga kawasan perlindungan laut bukan semata-mata urusan melestarikan alam. Upaya tersebut, berarti memastikan masyarakat yang hidup dan bekerja di sekitarnya memperoleh dukungan keselamatan yang memadai. Ketika perlindungan manusia berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap ekosistem, konservasi laut memiliki peluang lebih besar untuk menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat pesisir.