KabarJakarta.com - Suku Dinas (Sudin) Kesehatan Jakarta Pusat mencatat ada 337 kasus demam berdarah dengue (DBD) terjadi di wilayahnya. Jumlah tersebut merupakan data per 15 Juni 2022.
“Ada 377 kasus DBD, meninggal enggak ada. Itu data sampai tanggal 15 Juni 2022,” kata Kepala Sudin Kesehatan Jakarta Pusat Rismasari dalam keterangan persnya, Sabtu (18/6/2022).
Dia menyebutkan terdapat tiga kecamatan di Jakarta Pusat dengan kasus DBD tertinggi, yaitu Kemayoran, Johar Baru, dan Cempaka Putih.
“Kemayoran 114 kasus, Johar Baru 77 kasus, dan Cempaka Putih,” terangnya.
Kata Risma, Kemayoran dan Johar Baru merupakan kawasan padat penduduk, sehingga memungkinan kasus DBD berkembang lebih cepat. Katanya, DBD dapat dikendalikan dengan meningkatkan kesadaran masyarakat.
“Pasti ada yang punya kesadaran untuk membersihkan lingkungannya, tetapi belum semua. Kita yang harus mengubah perilaku warga, jangan buang sampah sembarangan, sama-sama menjaga kebersihan lingkungannya,” ujarnya.
“Contohnya, Kecamatan Johar Baru ada beberapa RW, hanya RW 01 yang rajin, RW 02 enggak rajin. Nah, nyamuk tetap berkembang biak, menyeberang ke RW lain, ya bisa dong. Jadi harus secara menyeluruh,” kata Risma melanjutkan.
Kasus DBD, kata Risma, dapat ditekan dengan menerapkan 3M Plus. Menurutnya, melalukan fogging akan merusak lingkungan.
“Kalau untuk DBD pasti yang harus digiatkan adalah lebih menggiatkan lagi 3M. Itu lebih manjur dibandingkan dengan fogging. Kalau fogging kan racun, bisa merusak lingkungan,” tuturnya.