KabarJakarta.com -- Analis politik dari Charta Politika, Yunarto Wijaya menyebut saat ini hanya segelintir politikus di Indonesia yang efektif dalam penggunaan media sosial (medsos) untuk kebutuhan elektoralnya. Empat di antaranya disebut-sebut akan maju sebagai capres di Pemilu 2024.
“Harus saya akui, baru ada pada beberapa sosok saja. Kalau kita sebutkan ada nama Ganjar Pranowo, Ridwan Kamil, Sandiaga Uno, dan Anies Baswedan. Sisanya, menurut saya, masih agak bersifat searah,” kata Yunarto Wijaya, Selasa (154/12/2021).
Toto, panggilan akrab pria ini menjelaskan, variabel paling penting agar kehadiran seseorang di dunia maya diketahui oleh orang banyak yaitu terciptanya dialog.
Kehadiran politikus di media sosial akan memberikan dampak jika mampu mengajak khalayak ramai merasa terlibat dalam konten-konten yang dibuat politikus tersebut, seperti memberikan like, komentar, atau menyebarkanluaskannya (share).
Menurut Yunarto, seorang politikus yang terbiasa dengan gaya komunikasi dua arah (berdialog) punya nilai pluls dalam hal ini, seperti emat nama yang ia sebutkan tadi mulai dikait-kaitkan dengan Pilpres 2024.
Sementara itu, banyak politikus lain yang mencoba peruntungan lewat dunia maya, tapi memperlakukan konten-konten media sosial sebagai wallpaper semata.
“Mereka hanya posting, tapi hanya searah untuk dilihat saja. Jangan-jangan orang tersebut tidak pernah pegang sosmed-nya, tidak tahu apa yang diposting di media sosialnya,” ujar Yunarto.
Ditegaskan Yunarto, suka atau tidak suka, kehadiran media sosial saat ini sudah menjadi kebutuhan mendasar untuk berkomunikasi. Tapi, kebanyakan politikus di Indonesia terkesan hanya sekadar hadir saja, tidak memanfaatkan media sosial untuk menjadi alat berdialog.