Langsung ke konten
News

4 Manuver Politik Menjegal Anies Baswedan Agar Enggak Bisa Nyapres

Redaksi Diperbarui
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1

KabarJakarta.com -- Pengamat politik Tony Rosyid melihat ada manuver dilakukan para pengkritik untuk menggagalkan pencalon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai calon presiden pada 2024 mendatang.

Seperti diketahui, Anies disebut-sebut akan maju di Pilpres 2024. Sebab, elektabilitas dan popularitasnya di setiap survei selalu tinggi.

Kata Tony, ada empat pola yang dimainkan oleh para pengkritik untuk menjegal pencalona Anies di Pilpres 2024.

“Pertama, jegal semua program dan kebijakan yang potensial membesarkan nama Anies Baswedan, seperti Formula E,” kata Rosyid, Minggu (2/1/2022).

Menurutnya, jika pelaksanaaFormula E berhasil digagalkan maka akan menjadi heboh.

“Jika ajang balap Formula E berhasil digagalkan maka secara otomatis Anies akan dituduh sebagai pihahk yang menghilangkan uang negara berupa komitmen fee,” jelasnya.

Maneuver kedua, lanjut Tomy, Anies harus selalu diopinikan gagal dan bersalah. Hal itu dapat dilihat dari gencarnya kritikan terhadap mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) tersebut.

“Anies tidak boleh teropinikan sukses dan benar di mata publik. Apa pun hasil kerja Anies harus ada narasi kontra. Apa pun prestasi dan penghargaan yang diterima Anies harus dideligitimasi,” ucapTony.

Berikutnya, para pengkritik yang punya akses hukum akan menggunakan kemamupuannya untuk terus mencari celah kesalahan yang bisa mempidanakan Anies.

Dan, terakhir, serang dan demo Anies secara masif agar ada kesan ke publik bahwa Anies Baswedan tidak disukai oleh warga Jakarta.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua