KabarJakarta.com - DPD Partai Demokrat DKI Jakarta mengapresiasi kinerja Anies Baswedan selama menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta selama lima tahun. Meski tidak sempurna, Anies dinilai baik.
“Kita berika apresiasi dong. Orang sudah diberikan amanah lalu dia menyelesaikan selama lima tahun dengan kelebihan dan mungkin kekurangannya, kita beri apresiasi dong,” kata Ketua DPD Partai Demokrat DKI Jakarta, Mujiyono, Sabtu (10/9/2022).
Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta ini menilai program-program Anies secara umum sudah dikerjakan sesuai rencana dari janji-janjinya saat kampanye Pilkada 2017 silam. Meskipun ada beberapa poin yang belum sesuai target, namun dia memakluminya karena pada 2019-2020 terjadi pandemi COVID-19.
“Secara umum sudah terpenuhi RPJMD-nya. Secara umum cukup lumayan. Kalau pun tidak sempurna, karena kemarin selama dua tahun terjadi pandemi COVID-19. Jangankan pemerintah daerah, pemerintah pusat saja ada beberapa poin yang mungkin belum selesai karena faktor pandemi, dan itu sangat bisa dipahamilah,” ujarnya.
Dia mencontohkan, dari sisi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang anjlok, disebabkan terjadinya pandemi COVID-19 dan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sehingga mempengaruhi PAD.
“Hampir tidak sesuai dengan harapan, PAD-nya kan jeblok,” jelas Mujiyono.
Menurut dia, dampak pandemi COVID-19 sangat berimbas pada ketersediaan dan keberlangsungan program-program Pemprov DKI Jakarta. Meski begitu, kembali dikatakannya, Anies telah menjalankan program-programnya dengan baik meskipun tidak sempurna.
Dia pun mendorong agar program yang sudah baik dijalankan Anies harus dipertahankan dan dikembangkan oleh Pejabat (Pj) Gubernur DKI terpilih nanti. Sementara program yang belum maksimal harus diperbaiki tanpa harus mengganti program.
“Apalagi hanya sekadar mengganti nama, contoh BLT di zaman Pak SBY diganti sama BST, apa juga bedanya? Sekarang balik lagi BLT. Jadi nanti kita berharap Pj Gubernur DKI meneruskan program yang belum maksimal dijalankan. Jangan dilihat siapa itu yang merencanakan, tapi kebermanfaatan bagi warga dan diperlukan warga,” ujarnya.
Lalu apa yang perlu diperbaiki dan dilanjutkan oleh Pj Gubernur DKI? Mujiyono menyebut program rumah DP Rp0 dan pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk memulihkan perekonomian warga Jakarta pasca pandemi COVID-19, serta dampak kenaikan harga BBM.
“Kalau saya lebih menyoroti dari sisi perekonomian, kaitannya dengan recovery perekonomian masyarakat Jakarta yang belum pulih akibat pandemi, ditambah dengan faktor imbas dari kenaikan harga BBM yang akan berpengaruh pada kenaikan bahan pokok. Pemberdayaan masyarakat di bidang ekonomi itu harus menjadi prioritas untuk Pj Gubernur DKI yang akan datang,” ucap Mujiyono.