KabarJakarta.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta melaporkan telah terjadi penambahan kasus anak mengalami gagal ginjal akut. Saat ini, total jumlah kasus penyakit tersebut 111 orang.
Berdasarkan data pada Rabu (26/10) pukul 10.00 WIB, sebanyak 56 atau 50% pasien meninggal dunia, 23 pasien lainnya masih menjalani perawatan, dan 32 pasien dinyatakan sembuh. Angka tersebut mengalami peningkatan sebanyak 16 pasien jika dibandingkan data pada Selasa (25/10).
Dan, kasus gagal ginjal akut didominasi oleh anak laki-laki sebanyak 64 orang. dari temuan 111 kasus, 72 pasien yang berdomisili di DKI Jakarta.
Data yang dihimpun Dinkes DKI Jakarta ini merupakan hasil dari penyisiran seluruh rumah sakit di Ibu Kota yang merawat pasien gagal ginjal akut.
Rumah Sakit Rujukan
Sebelumnya, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, Luigi menyebutkan, ada dua rumah sakit rujukan yang menangani kasus gagal ginjal akut misterius pada anak di Jakarta.
“Yang menjadi rumah sakit rujukan di Jakarta hanya ada dua, yaitu RSCM (Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo) dan RSAB Harapan Kita,” kata Lugi dalam webinar, Selasa (25/10).
Katanya lagi, sebenarnya RS Fatmawati juga bisa menerima pasien anak-anak yang teridentifikasi mengidap gagal ginjal akut. Namun, pasien anak-anak yang bisa dirawat di RS Fatmawati hanyalah yang memiliki berat badan 30 Kg ke atas.
RSCM dan RSAB Harapan Kita menjadi rumah sakit rujukan dari delapan rumah sakit yang saat ini menangani kasus gagal ginjal akut misterius pada anak di Jakarta.
Dari total delapan rumah sakit, satu di antaranya adalah sakit tipe A, satu rumah sakit khusus tipe A, dan enam sisanya adalah rumah sakit tipe B.
Hal paling penting yan harus dimiliki rumah sakit untuk menangani kasus gagal ginjal akut misterius adalah ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU).
Ruang PICU biasanya diperuntukkan sebagai area perawatan intensif bagi bayi, anak-anak, hingga remaja dengan kondisi sakit kritis atau gangguan kesehatan yang serius.
Anak-anak yang dirawat di ruang PICU akan mendapatkan pengawasan penuh dari dokter umum, dokter spesialis, dan perawat.
“Untuk PICU kami lihat ada 197 bed (tempat tidur). Kami saat ini sedang melihat mana lagi yang bisa ditambahkan kapasitas PICU. Ditargetkan totalnya 219 bed di Jakarta,” jelas Luigi.