Langsung ke konten
News

6 Jam Banjir di Jakarta Belum Surut, Anies Salahkan Sungai

Redaksi Diperbarui
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1

KabarJakarta.com -- Beberapa waktu lalu Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sesumbar banjir di Jakarta akan surut dalam kurun waktu 6 jam saja. Faktanya, banjir belum juga surut melebihi waktu yang dijanjikan.

Menanggapi itu Anies memberikan penjelasannya. Katanya, terkait pengeringan pompa-pompa penyedot telah disiapkan untuk menyedot genangan air di sebuah kawasan.

"Targetnya 6 jam akan kering setelah hujan berhenti atau 6 jam begitu air sungai surut," kata Anies Baswedan, Minggu (14/11/2021).

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) ini mengungkapkan bahwa petugas di lapangan kerap menemukan kondisi aliran sungai di Jakarta tetap tinggi meski hujan sudah berhenti. Hal itu yang jadi salah satu faktor banjir lama surut.

"Sering kita menemukan sungai dalam kondisi tidak surut. Itu yang menyebabkan lama surutnya air. Aliran air di sungai itu masih terus berjalan. Begitu air sungai surut maka kita targetkan 6 jam kering," terangnya.

Berdasarkan yang dipaparkannya itu, ia meminta kepada petugas di lapangan untuk sigap mengevakuasi warga ke pengungsian dalam kondisi darurat. Dia menjamin tenda-tenda pengungsian yang disiapkan sesuai dengan standar protokol kesehatan Covid-19.

"Kami sudah siapkan tenda-tenda untuk warga tinggal, dan sesuai dengan kondisi pandemi sehingga menghindarkan terjadinya penularan jika sampai ada kasus di tempat-tempat yang sedang mengalami isolasi," jelasnya.

"Jadi, target kerja kita adalah bekerja dengan dua ukuran yaitu keselamatan dam kecepatan agar bisa mengeringkan sebuah wilayah dengan cepat," ucapnya melanjutkan.

Di beberapa hari terakhir ini Jakarta diguyur hujan cukup intens dam derad. Akibatnya, sejumlah wilayah mengalami banjir. Bahkan di beberapa wilayah banjir tak kunjung surut dalam waktu 6 jam, seperti di RT 013 RW 04 Kebon Pala, Jakarta Timur pada Senin (1/11) lalu.

Banjir terjadi di wilayah ini akibat luapan Sungai Ciliwung dan merendam rumah warga selama tiga hari.

Sepekan setelahnya, Senin (8/11), banjir melanda sejumlah kawasan bantaran Sungai Ciliwung.

Merujuk data BPBD DKI, Senin (8/11) per pukul 06.00 WIB, 09.00 WIB, dan 12.00 WIB, wilayah yang terendam meliputi Kelurahan Cililitan, Kelurahan Cawang, Kelurahan Bidara Cina, dan Kampung Melayu.

Dari laporan BPBD DKI itu, terlihat banjir di kawasan tersebut tak kunjung surut dalam waktu 6 jam. Salah satunya di Kelurahan Cawang, Jakarta Timur. Pada pukul 06.00 WIB, ketinggian air banjir mencapai 2,6 meter. Per pukul 12.00 WIB, genangan setinggi 1,4 meter masih merendam wilayah tersebut.

Kawasan lainnya di Kampung Melayu, Jakarta Timur. Pada pukul 06.00 WIB, ketinggian air mencapai 2 meter. Dan pada pukul 12.00 WIB menurun menjadi 1,7 meter.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua