KabarJakarta.com - Demo besar-besaran menolak kenaikan bahan bakar minyak (BBM) akan digelar di berbagai tempat di wilayah Indonesia.
Sabtu (3/9) kemarin, Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui channel YouTuber Sekretariat Presiden mengumumkan kenaikan harga BBM jenis Pertalite, Pertamax dan Solar.
“Harga beberapa jenis BBM yang selama ini mendapat subsidi akan mengalami penyesuaian,” kata Presiden Jokowi.
Keputusan pemerintah menaikkan harga BBM dikritik oleh banyak kalangan. Anggota Komisi V DPR RI Irwan meminta pemerintah membatalkan kenaikan BBM karena membuat rakyat menderita.
“Kenaikan harga BBM ini adalah bentuk abai dan tidak pedulinya pemerintah terhadap derita dan kesusahan rakyat saat ini. Pemerintah lebih memilih menambah masalah rakyat dibanding memenuhi amanat untuk menyejahterakan rakyat,” kata Irwan, politisi Partai Demokrat, Minggu (4/9/2022).
Sementara itu, Presiden PKS Ahmad Syaikhu menuliskan surat terbuka kepada Presiden Jokowi berisi penolakan kenaikan harga BBM. Dia menilai kenaikan harga BBM dapat berdampak langsung pada masyarakat, khususnya rakyat miskin.
“Menurut pandangan PKS, kebijakan menaikkan harga BBM bersubsidi tidak tepat untuk diambil. Kebijakan tersebut menunjukkan pemerintah tidak berempati dengan kondisi masyarakat yang masih dalam kesulitan ekonomi pasca pandemic COVID-19,” tulis Ahmad Syaikhu, Sabtu (3/9).
Sedangkan Partai Buruh dan organisasi serikat buruh menegaskan penolakannya terhadap kenaikan harga BBM. Mereka akan menggelar aksi demo di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (6/9) besok.
Di Jakarta, aksi demo akan dipusatkan di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, untuk meminta pimpinan DPR memanggil Menko Perekonomian, Menteri Keuangan, dan Menteri ESDM, serta para menteri terkait dengan kebijakan perekonomian.
Presiden KSPI yang juga Presiden Partai Buruh Said Iqbal mengatakan ada beberapa alasan mengapa buruh menolak kenaikan harga BBM dan akan menggelar aksi turun ke jalan pada 6 September 2022.
“Pertama, kenaikan harga BBM akan menurunkan daya beli yang sekarang ini sudah turun 30 persen dan akan turun lagi menjadi 50 persen,” kata Said Iqbal, Minggu (4/9/2022).
Alasan kedua yaitu kenaikan harga BBM dilakukan di saat turunnya harga minyak dunia. Terkesan, menurut Said Iqbal, pemerintah hanya mencari untung di tengah kesulitan rakyat.
Demo BBM Digelar di 33 Provinsi
Selain di Jakarta, aksi demo menolak kenaikan harga BBM juga akan digelar di 33 provinsi lainnya yang diorganisir oleh Partai Buruh dan KSPI. Wilayah lain yang akan berdemo di antaranya Bandung, Semarang, Surabaya, Yogyakarta, Banda Aceh, Medan, Batam, Padang, dan Pekanbaru.
Aksi demonstrasi juga digelar di Bengkulu, Lampung, Banjarmasin, Samarinda, dan Pontianak.
Aksi juga akan dilakukan di Makassar, Gorontalo. Sulawesi Utara, serta dilakukan di Ambon, Ternate, Mataram, Kupang, Manokwari, dan Jayapura.
Harga BBM terbaru
Kenaikan harga BBM mulai berlaku pada Sabtu (3/9) pukul 14.30 WIB. Berikut daftar harga terbaru BBM:
- Pertalite Rp 10.000 per liter
- Pertamax non subsidi Rp 14.500 per liter
- Solar Rp 6.800 per liter.