KabarJakarta.com -- Relawan Ganjar Untuk Rakyat (GUNTUR) telah menyiapkan delapan program prioritas untuk merealisasikan pencalonan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebagai calon presiden pada Pilpres 2024 mendatang.
Ketua Umum GUNTUR Teguh Eko P mengatakan, delapan program tersebut merupakan sebagai keseriusan dan keinginan kuat rakyat Indonesia mencalonkan Ganjar Pranowo di Pilpres 2024.
“Kami bicara sebagai rakyat Indonesia yang menginginkan Ganjar Pranowo maju sebagai capres 2024. Insya Allah beliau akan terpilih sebagai Presiden RI ke-8 meneruskan kepemimpinan Bapak Joko Widodo (Jokowi),” kata Teguh Eko P kepada wartawan di Sekretariat GUNTUR, Mampang, Jakarta Selatan, Senin (20/12/2021).
Eko, panggilan akrabnya, pun membeberkan delapan program prioritas yang akan dilaksanakan GUNTUR, yaitu mensosialisasikan pencalonan Ganjar Pranowo sebagai capres 2024.
“Pada 12 Desember kemarin secara perdana pengurus pusat relawan GUNTUR dideklarasikan di Jakarta. Selanjutnya akan di deklarasikan di 8 provinsi secara serempak di seluruh Indonesia,” ujar Eko.
Lanjutnya, pada 8 Februari 2022 mendatang, Eko menyatakan GUNTUR akan di deklarasi secara serentak di delapan provinsi di Indonesia, di antarnya di daerah-daerah yang pada Pilpres 2019 lalu Jokowi kurang signifikan meraih dukungan suara.
“KITA akan memastikan peroleh suara Ganjar Pranowo di daerah yang pada Pilpres 2019 lalu peraihan suara Jokowi kurang signifikan. Kami menganggap sebagai tugas dan tantangan yang harus dijawab,” tegas Eko.
Program-program lainnya, kata Eko lagi, memperkuat kerja-kerja kampanye melalui media sosial (medsos). Menurutnya, di era digitalisasi dan serba teknologi peran media media sangat signifikan.
“Alhamdulillah, kami didukung oleh tim media sosial yang mumpumi. Anggota kami siap berperang di udara,” ujarnya.
Beberapa program lainnya, yaitu melibatkan partisipasi kaum milenial. Hal ini diperlukan karena suara mereka sangat menentukan hasil Pilpres 2024 mendatang. “Ada beberapa program yang akan kami lakukan, tapi belum bisa kami jabarkan, karena masih dalam proses pematangan,” pungkas Teguh Eko.