Langsung ke konten
News

8 s/d 14 November, Warga Jakarta Utara Diminta Waspada Banjir Rob

Redaksi Diperbarui
Kabarjakarta.com
Kabarjakarta.com

KabarJakarta.com - Wali Kota Jakarta Utara Ali Maulana Hakim mengimbau petugas tingkat kota, kecamatan hingga kelurahan maupun warga untuk mengantisipasi terjadinya banjir pesisir (rob) pada tanggal 8-14 November 2022.

Kata Ali, meski tidak ada hujan, pihanya tetap mengantisipasi terjadinya banjir rob. Beberapa lokasi genangan rob di Jakarta Utara sudah disosialisasikan dengan harapan masyarakat tetap waspada.

“Saya juga minta prasarana dan sarana, seperti pompa maupun petugas dari unsur satuan terkait dikondisikan untuk bergerak secara stimultan pada sejumlah wilayah,” kata Ali Maulana, Senin (7/11/2022).

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi adanya potensi banjir rob pada 8-14 November 2022. Persiapan dilakukan agar genangan yang muncul bisa cepat surut.

Selain itu, Ali juga mengarahkan petugas untuk menutup celah dengan karung pasir (sad bag) pada tanggul yang selama ini menjadi tempat air masuk ke daratan.

Ali menuturkan, celah air di dermaga Pelabuhan Sunda Kelapa sudah ditutupi dengan karung pasir. Kata dia, Pemkot Jakarta Utara terus memaksimalkan pengerjaan polder atau kesatuan sistem sarana dalam pengelolaan tata air. Sistem tersebut meliputi drainase kawasan, tanggul keliling kawasan, serta pompa.

Berdasarkan informasi BMKG Stasiun Maritim Tanjung Priok, potensi rob terjadi di Kamal Muara, Kapuk Muara, Penjaringan, Pluit, Ancol, Kamal, Marunda, Cilincing, dan Kalibaru pada 8-14 November 2022.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta Isnawa Adji meminta agar warga yang tinggal di daerah tersebut bersikap waspada.

“Bila dalam keadaan darurat yang membutuhkan pertolongan, segera hubungi Call Center Jakarta Siaga 112,” ujarnya.

Kata dia, cuaca ekstrerm di Jakarta berpotensi berlangsung hingga Januari-Februari 2023. Selama itu, wilayah di DKI Jakarta berpotensi diguyur hujan dengan curah hujan di atas rata-rata karena adanya gejala La Nina.

“Ada cuaca ekstrem, curah hujan di atas rata-rata. Begitu kira-kira. Kami selalu menginformasikan potensi atau peringatan itu,” pungkas Isnawa Adji.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua