KabarJakarta.com - Seorang remaja perempuan berusia 15 tahun menjadi korban eksploitasi seks yang dilakukan seorang mucikari perempuan berinisial EMT. Korban disekap selama1,5 tahun dan dijadikan pekerja seks komersial (PSK) oleh pelaku.
Pengacara korban, Muhammad Zakir Rasyidin menceritakan awal mulanya korban diajak oleh seorang temannya ke suatu tempat. Tapu, setelah sampai di tempat tujuan anak itu tidak diperbolehkan pulang karena diharuskan bekerja.
“Korban disanjung-sanjung cantik, dijanjikan dikasih uang. Tapi ternyata dia dijual ke pria hidung belang,” kata Zakir di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (15/9/2022).
Setiap harinya, lanjut Zakir, korban dipaksa melayani banyak ‘tamu’, sehingga EMT menghasilkan uang jutaan Rupiah.
“Dia dipaksa melayani tamu agar menghasilkan uang Rp1 juta per hari. Kalau menolak korban dipaksa bayar utang Rp35 juta. Jadi eksploitasi itu dalam bentuk penekanan,” ungkapnya.
Kata Zakir, korban berada di apartemen pelaku selama 1,5 tahun. Namun, korban menyebutkan lokasi apartemennya selalu berpindah-pindah.
“Apartemennya ada di wilayah Jakarta Barat, ada di Cengkareng, ada juga di daerah Pluit. Berpindah-pindah terus,” ucap Zakir.
Selama berada dalam pengawasan pelaku, korban tetap bisa menghubungi orang tuanya. Namun, korban dipaksa mengarang cerita yaitu telah bekerja dengan nyaman.
Korban Kabur dari Apartemen
Tak tahan, setelah 1,5 tahun disekap di apartemen oleh pelaku, pada Juni 2022 korban berhasil melarikan diri. Dia lalu cerita ke orang tuanya dan melaporkan kasus tersebut ke Polda Metro Jaya.
Laporan korban tercatat dengan Nomor LP/B/2912/VO/2022/SPKT/POLDA METRO JAYA. Laporan korban ditangani oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.
Zakir berharap pelaku segera ditangkap. Berdasarkan keterangan korban, pelaku menyewa puluhan kamar apartemen untuk dijadikan tempat praktik prostitusi terselubung.
“Katanya pelaku sudah sering ditangkap. Dia dikenal sebagai mami (mucikari). Kamar yang disewanya ada 20-1n, hanya untuk menjajakan anak-anak di bawah umur,” tuturnya.