KabarJakarta.com - Ketua PKS Zulkieflimansyah menilai artis Raffi Ahmad lebih layak dicalonkan partainya sebagai calon presiden (capres) dibandingkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, atau Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto.
Menanggapi itu, Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menilai pernyataan Zulkieflimansyah itu tidak serius.
“Ini hanya iseng-iseng, lucu-lucuan buat ice breaking supaya soal pencapresan itu tidak melulu hanya mereka yang langganan di survei,” kata Adi, Sabtu (28/5/2022).
Dia menilai Zulkieflimansyah menyebut nama Raffi Ahmad sebagai capres yang cocok bagi PKS karena memiliki popularitas. Namun dia menilai, suami Nagita Slavina itu belum punya nama di dunia politik Tanah Air.
“Untuk urusan polisi, urusan negara dan bangsa, Raffi Ahmad bukan siapa-siapa,” ucapnya.
Adi menilai, pernyataan Zulkieflimansyah itu karena merasa PKS telah kehilangan momentum politik. Menurutnya, PKS sebagai partai oposisi pemerintah nyaris tidak pernah menjadi kekuatan poros politik baru dan tak punya kader sebagai kandidat capres.
“Sehingga mencoba untuk memunculkan figur-figur yang kemudian dianggap popular bagi mereka seperti Raffi Ahmad,” tukasnya.
Sebenarnya, lanjut Adi, PKS memiliki kader-kader yang hebat, salah satunya Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zulkieflimansyah. Menurutnya, Zulkieflimansyah cukup layak dipromosikan PKS sebagai kandidar capres karena memiliki latar belakang pendidikan dan politik yang mentereng,
“Mestinya PKS itu mempromosikan Zulkieflimansyah sebagai kandidat capres. Dia memiliki latar pendidikan yang cukup mapan. Sekolahnya di Inggris, post doktoralnya di Amerika, dan saat ini menjabat sebagai Gubernur NTB,” kata Adi.
“Ya kapasitas dan kompetensinya sudah bisa dibaca oleh publik, ketimbang Raffi Ahmad yang terkesan hanya lucu-lucuan, mendingan PKS serius mengusung Zulkieflimansyah sebagai kandidat capres,” imbuhnya.
Soal pemilih dan kader PKS yang terafiliasi sebagai pendung Anies Baswedan, dia menyarankan simpatisan dan kader PKS mulai menyuarakan kadernya sendiri, yakni Zulkieflimansyah, sebagai kandidat capres 2024.
“Ketimbang PKS bingung menciptakan momentum politik, solusinya lucu-lucuan seperti mengusulkan Raffi Ahmad atau kader PKS itu terasosiasi ingin mendukung Anies Baswedan di capres yang sebenarnya enggak memberikan keuntungan untuk PKS secara electoral, ya sebaiknya PKS mengusung kader terbaiknya, salah satunya Zulkieflimansyah,” pungkasnya.