KabarJakarta.com - Perusahaan Umum Daerah (Perumda) PAM Jaya akan mengakhiri kerja sama dengan swasta (swastanisasi) air minum dengan Palyja dan Aetra pada 31 Januari 2023. Dengan berakhirnya swastanisasi air, PAM Jaya akan membangun sentra pelayanan terpadu pada 2023 dengan pembiayaan dari Penyertaan Modal Daerah (PMD).
Sebagai informasi, PAM Jaya menerima PMD senilai Rp324,6 miliar yang dialokasikan dari rancangan APBD DKI Jakarta tahun anggaran 2023.
“Menggunakan pembiayaan dari PMD, PAM Jaya akan membangun sentra pelanan terpadu. Karena kami memang mengambil semua swastanisasi yang ada di PAM Jaya pada 1 Februari 2023,” kata Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin di Bandung, Jawa Barat, akhir pekan lalu.
Ia mengungkapkan, sentra pelayanan terpadu akan menggabungkan pelayanan berkait penyaluran air bersih yang selama ini masih terpisah antara PAM Jaya dengan Palyja-Aetra.
Kata Arief, pada penerapannya, pendirian sentra pelayanan terpadu akan dilakukan secara bertahap.
Dia memaparkan, pertama yang akan dilakukan PAM Jaya yaitu merevitalisasi gedung BUMD DKI Jakarta tersebut. Sebab, jumlah karyawan PAM Jaya akan menjadi lebih banyak dengan perpindahan karyawan Palyja-Aetra ke perusahaan berpelat merah tersebut.
“Kantornya kami jadikan satu. Jadi benar-benar Insya Allah, mudah-mudahan, ke depannya akan jadi perusahaan yang cukup besar,” ujar Airief.
Di sisi lain, meski mengeklaim akan menjadi perusahaan yang besar, Arief meminta agar karyawan PAM Jaya tak hanya berorientasi kepada keuntungan atau profit saja. Sebab, ia menilai air bersih merupakan hal dasar yang harus didapat masyarakat, terkhusus warga DKI Jakarta.
“Saya minta sekali lagi kepada teman-teman internal kami tidak berorientasi yang hanya profit semata, tapi sosialnya harus lebih tinggi, karena air ini benar-benar sesuatu harus diraih masyarakat Jakarta,” urainya.