Langsung ke konten
News

Akibat Diberi Dispensasi, 1 Pasien Covid-19 Varian Omicron Lolos dari Pengawasan RSDC Wisma Atlet Kemayoran

Redaksi Diperbarui
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1

KabarJakarta.com -- Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan satu pasien Covid-19 varian Omicron loos dari pengawasan Rumah Sakit Darurat Corona (RSDC) Wisma Alet. Ia mengungkapkan, lolosnya pasien tersebut akibat mendapat dispensasi dengan alasan keluarga.

“Kemarin ada stau orang yang lolos dari Wisma Atlet, pergi dengan keluarganya,” kata Luhut dalam konferensi pers secara virtual, Senin (27/12/2021).

Namun, Luhut tidak menyebutkan secara rinci identitas pasien yang dimaksud. Ia hanya menegaskan, pihaknya tidak ingin kejadian serupa terulang kembali. Dari kejadian itu, tegas Luhut, pemberian dispensasi karantina akan diperketat.

“Kita berharap tidak ada lagi permintaan dispendasi yang tidak memiliki alasan kuat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pemberian dispensasi akan dikabulkan jika ada alasan yang kuat, misalnya karena kesehatan atau hal yang bersifat urgent. “Tapi harus mengikuti prosedur yang berlaku,” ucap Luhut.

Luhut memastikan pemerintah akan meningkatkan pengawasan dalam proses karantina bagi pelaku perjalanan internasional. Katanya, saat ini durasi karantina tetap 10-14 hari guna mencegah masuknya varian Omicron ke Indonesia.

Selain itu, pemerintah akan memperkuat testing dan tracing di Indonesia, karena dalam beberapa hari terakhir terjadi penurunan.

“Ini terjadi karena kasus Covid-19 di beberapa daerah sudah menurun, bahkan tidak ada penambahan kasus baru. Jadi, testing dan tracing menurun,” tuturnya.

“Kami imbau tetap melakukan testing karena banyak orang tanpa gejala (OTG) omicron dari 46 kasus di atas,” tambah Luhut.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan, hingga Minggu (26/12/2021) total kasus Covid-19 akibat penularan varian Omicron di Indonesia mencapai 46 kasus.

Hampir seluruh asus baru Covid-19 akibat penularan Omicron yang berasal dari pelaku perjalanan luar negeri. Satu orang petugas kebersihan dan satu tenaga media di RSDC Wisma Atlet Kemayoran diduga tertular dari pelaku perjalanan internasional.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua