Langsung ke konten
News

Akibat Erupsi Gunung Semeru 17 Orang Hilang, 2004 Jiwa Mengungsi

Redaksi Diperbarui
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1

KabarJakarta.com -- Berdasarkan pemantauan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Selasa (7/12), warga yang terdampak akibat letusan dan erupsi Gunung Semeru sebanyak 5.206 jiwa, di antaranya 2.004 jiwa mengungsi, dan 17 warga lainnya hingga belum ditemukan.

Sedangkan data jumlah warga yang meninggal dunia masih terus dipantai dan divalidasi sesuai temuan di lapangan.

Seperti diberitakan sebelumnya, erupsi Gunung Semeru terjadi pada hari Sabtu (4/12), dan memunculkan awan panas berguguran yang mengarah ke pemukiman warga di sekitar gunung tersebut.

Data sementara, erupsi Gunung Semeru mengakibatkan ribuan rumah terdampak, 38 unit fasiltias pendidikan dan satu jembatan putus, yaitu Jembatan Gladak Perak.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan bahwa seluruh kekuatan telah dikerahkan untuk mencari warga yang hilang, serta mengevakuasi warga yang terdapak erupsi Gunung Semeru.

“Pagi hari ini saya datang ke lokasi untuk memastikan bahwa seluruh kekuatan yang kita miliki sudah berada di lapangan untuk pencarian korban yang belum ditemukan, kemudian dievakuasi,” kata Jokowi di lokasi terdampak Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Selasa (7/12/2021) dikutip dari channel YouTube Sekretariat Presiden.

Jokowi juga mengatakan bahwa pemerintah akan merelokasi warga yang rumahnya masuk dalam area berbahaya.

“Saya dapat laporan, kurang lebih 2.000 rumah yang direlokasi. Segera kita putuskan di mana relokasinya. Saat itu juga akan kita bangun,” ucap Jokowi.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua