KabarJakarta.com — Penumpang Transjakarta perlu menyiapkan perjalanan alternatif menyusul aksi penyampaian pendapat di sejumlah titik Jakarta Pusat, Rabu (28/10). Transjakarta melakukan penyesuaian operasional pada delapan rute untuk menjaga keamanan dan kenyamanan perjalanan di tengah aktivitas massa.
Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, menjelaskan sebagian besar layanan masih berjalan seperti biasa. Dari total rute yang beroperasi, sebanyak 237 rute tetap normal, sedangkan delapan rute mengalami penyesuaian.
"Kami mengimbau para pelanggan agar menyesuaikan perjalanan,” ujar Ayu di Jakarta, Rabu (28/10).
Ia juga meminta pelanggan memantau perkembangan informasi melalui aplikasi TJ: Transjakarta dan akun media sosial resmi perusahaan. Langkah ini diperlukan agar penumpang dapat mengetahui perubahan layanan sebelum berangkat maupun ketika sedang dalam perjalanan.
Empat rute berhenti sementara
Penyesuaian paling signifikan terjadi pada empat rute yang dihentikan sementara di seluruh titik pemberhentian. Keempatnya adalah rute 6B Ragunan–Balai Kota via Semanggi, 6A Ragunan–Balai Kota via Kuningan, 1P Senen–Blok M, dan 1B Stasiun Palmerah–Tosari.
Penghentian tersebut membuat penumpang yang biasa menggunakan rute-rute itu perlu mencari layanan pengganti. Calon penumpang sebaiknya memeriksa kembali pilihan perjalanan sebelum menuju halte, terutama jika tujuan mereka berada di sekitar kawasan yang terdampak aksi.
Selain penghentian sementara, dua rute mengalami pemendekan lintasan. Rute 6D Stasiun Tebet–Bundaran Senayan melalui underpass tidak melayani pemberhentian di sepanjang Bus Stop Plaza Sentral hingga Jalan Karet Baru Timur.
Sementara itu, rute 4C Pulogadung–Bundaran Senayan tidak melayani pemberhentian dari Bus Stop Graha Mandiri hingga Bundaran Senayan. Artinya, penumpang yang biasanya naik atau turun di kawasan tersebut harus menyesuaikan titik keberangkatan maupun tujuan.
Dua rute mengalami pengalihan
Dua rute lainnya mengalami perubahan perjalanan. Rute 9D Pasar Minggu–Tanah Abang tidak melayani sejumlah pemberhentian pada kedua arah perjalanan.
Untuk arah Tanah Abang, layanan tidak berhenti di sepanjang Bus Stop Benhil hingga Pospol Jatibunder. Adapun arah Pasar Minggu tidak melayani pemberhentian dari Bus Stop Jembatan Serong hingga Benhil.
Perubahan juga berlaku pada rute 1 Blok M–Kota. Transjakarta mengalihkan perjalanan pada lintasan kawasan Polda hingga Monas.
Penyesuaian ini menunjukkan bahwa gangguan layanan tidak hanya berkaitan dengan bus yang berhenti beroperasi. Pada rute yang masih berjalan, perubahan lintasan dan pemberhentian juga dapat memengaruhi waktu tempuh serta lokasi naik dan turun penumpang.
Periksa informasi sebelum berangkat
Di tengah perubahan layanan tersebut, penumpang disarankan tidak hanya mengandalkan kebiasaan menggunakan rute yang sama setiap hari. Informasi mengenai penghentian, pemendekan, dan pengalihan lintasan perlu diperiksa kembali karena dapat memengaruhi perjalanan secara langsung.
Langkah pertama adalah membuka aplikasi TJ: Transjakarta atau akun media sosial resmi Transjakarta sebelum berangkat. Pastikan rute yang akan digunakan masih beroperasi, halte tujuan tetap dilayani, dan tidak ada perubahan lintasan terbaru.
Jika rute utama dihentikan atau tidak melayani halte yang dituju, penumpang perlu mempertimbangkan rute alternatif. Perhitungkan pula kemungkinan waktu tempuh lebih panjang karena perubahan jalur dan kondisi lalu lintas di sekitar lokasi aksi.
Pemantauan informasi juga penting bagi penumpang yang sudah berada di perjalanan. Kondisi lapangan dapat berubah mengikuti perkembangan aksi, sehingga informasi yang dibaca sebelum berangkat belum tentu menggambarkan situasi terbaru.
Karena itu, calon penumpang sebaiknya tidak langsung menuju halte tanpa memastikan status layanan. Pemeriksaan informasi lebih awal dapat membantu mengurangi risiko menunggu bus yang tidak beroperasi atau tiba di pemberhentian yang sementara tidak dilayani.
Belum ada kepastian kapan layanan kembali normal
Hingga informasi yang disampaikan pada Rabu (28/10) sore pokul 16.40 WIB, Transjakarta belum mencantumkan batas waktu berakhirnya penyesuaian delapan rute tersebut. Belum ada pula kepastian mengenai jam pemulihan layanan secara menyeluruh.
Dengan demikian, penumpang tidak dapat mengasumsikan seluruh rute akan kembali normal pada jam tertentu. Pengoperasian kembali layanan perlu merujuk pada pengumuman resmi Transjakarta sesuai perkembangan kondisi di lapangan.
Ayu meminta pelanggan terus memperbarui informasi melalui aplikasi dan media sosial resmi perusahaan. Transjakarta juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang timbul akibat penyesuaian operasional tersebut.
Bagi masyarakat yang hendak bepergian melintasi Jakarta Pusat, memeriksa informasi sebelum berangkat menjadi bagian penting dalam merencanakan perjalanan. Selama perubahan layanan masih berlaku, penumpang perlu menyiapkan alternatif dan mengikuti pengumuman terbaru agar perjalanan tetap aman dan lancar.