KabarJakarta.com -- Pemkot Tangerang Selatan diminta untuk terus mendorong berkembangnya potensi wisata sejarah. Sebab, Kota Tangsel memiliki banyak situs sejarah yang berpotensial dijadikan destinasi wisata.
Aktivis 98, Lukman Hakim mengatakan jika tempat-tempat atau wisata bersejarah tersebut dikembangkan maka dampaknya akan menghidupkan perekonomian masyarakat dan pendapatan daerah.
“Kalau dikembanglan pasti akan memberikan multiplier effect. Jika spot wisata sejarah berkembang, efeknya roda perekonomian masyarakat akan bergerak, seperti UMKM,” kata akademis Universitas Prof DR Moestopo (Beragama), Selasa (9/11/2021).
Tak hanya itu saja, Bung Lukman, panggilan akrabnya melanjutkan, tampilan kota menjadi artistik dan sedap dipandang mata.
Ia menyarankan kepada Pemkot Tangsel untuk belajar dari Pemprov DKI soal pengelolaan tempat wisata bersejarah. Katanya lagi, saat ini DKI telah menangkap dan mengembangkan peluang dan potensi dari sektor tersebut.
“Dulu sampai mulut berbusa, pejabat di DKI cuek aja. Sekarang mereka mulai terbuka. Blok M, gedung pos zaman Belda, sekarang sudah jadi tempat nongkrong dan jadi tempat pelaku UMKM berniaga,” ujarnya.
Kata Lukman, Pemkot Tangsel harus meremajakan kembali dan memfungsikan aset-aset potensi tersebut agar bisa menjadi modal dan kekuatan ekonomi baru.
“Dengan begitu akan dapat mengubah wajah Tangsel menjadi kota wisata dengan tools ekonomi mikro, pariwisata kota, dan pariwisata sejarah,” ucap Lukman.
Menurutnya, good governance merupakan kunci menangkap peluang dari potensi yang ada untuk dikembangkan dan menjadikan Tangsel sebagai kota wisata.
Sebagai informasi, beberapa tempat bersejarah di wilayah Tangsel di antaranya Rumah Belanda Cilenggang dan Monpera Cisauk yang saat ini tidak terurus.