KabarJakarta.com - Putri penyanyi dangdut mendiang Imam S Arifin, RDA alias Resti Destami Arifin, ditangkap polisi dengan tuduhan mencuri belasan sepeda motor milik warga. Kapolsek Metro Taman Sari AKBP Rohman Yonky Dilatha menyebut RNA adalah pelaku utama sindikat pencurian sepeda motor.
“RDA ini pelaku utama yang melaukan pencurian sepeda motor. Dia anak dari penyanyi dangdut Iman S Arifin,” kata AKBP Rohman di Mapolsek Metro Taman Sari, Kamis (29/9).
Sedikitnya, polisi telah menerima 17 laporan kasus pencurian sepeda motor yang dilakukan RDA.
“Kejadiannya tidak semuanya di wilayah Taman Sari, ada yang di luar,” ujarnya.
Rohman mengatakan, modus yang digunakan RDA saat beraksi hampir mirip, yaitu berpura-pura meminjam sepeda motor, kemudian tidak dikembalikan.
Salah satu korbannya, AKP, yang bekerja di sebuah toko di Taman Sari, Jakarta Barat, mengaku ditipu RDA yang berpura-pura meminjan motor untuk pergi ke gerai ATM.
“Tersangka meminjam sepeda motor dengan alasan supaya lebih cepat sampai. Setelah dipinjamkan, dia tidak kembalikan. Korban baru sadar bahwa pelaku menipunya ketika motornya tidak dikembalikan,” ucap Rohman.
Kepada polisi, RDA mengaku sudah melakukan pencurian sepeda motor sejak setahun yang lalu. Akibat perbuatannya, dia dijerat dengan Pasal 372 dan atau Pasal 378 KUHP. Sedangkan untuk penadahnya dijerat dengan Pasal 480 KUHP.
Selain RDA, polisi juga menangkap dua orang yang berperan sebagai penadah sepeda motor.
Profil Imam S Arifin
Imam S Arifin dikenal sebagai penyanyi dan pencipta lagi dandut. Dia lahir dengan nama Imam Sunaryo Arifin pada 19 November 1960. Sosoknya mulai dikenal publik berkat single lagu ciptaannya yang berjudul ‘Menari di Atas Luka’ dan ‘Jandaku’.
Kedua lagu itu menyukseskan Namanya hingga mengantarkan Imam S Arifin sebagai salah satu pedangdut legendari di Indonesia.
Imam pernah menikah dengan sesama penyanyi dandut bernama Nana Mardiana. Namun, pernikahan keduanya tidak langgeng dan resmi bercerai pada 27 Agustus 2007 di Pengadilan Agama (PA) Jakarta Utara.
Pada 2016, Imam S Arifin pernah ditangkap Polres Metro Jakarta Barat karena kedapatan mengonsumsi narkoba jenis sabu. Dia meninggal dunia pada 17 Desember 2021. Informasi yang diperoleh, penyebab Imam S Arifin meninggal dunia karena menderita stroke.
Semasa hidupnya, Imam S Arifin beberapa kali menelurkan album, di antaranya berjudul ‘Doa Suci’ ‘Berdayung Cinta’, dan ‘Kecewa Tak Direstui’.