KabarJakarta.com -- Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi mempertanyakan terkait dana pinjaman yang dikucurkan Bank DKI kepada PT Pembangunan Jaya Ancol. Ia khawatir, dana sebesar itu akan digunakan untuk membangun sirkuit Formula E.
Pasalnya, kata Prasetio, pinjaman itu disepakati pada tanggal 20 Desember 2021 atau tiga hari sebelum diputuskannya Ancol sebagai lokasi sirkuit balapan Formula E.
“Info yang saya terima untuk pembangunan sarana dan prasarana. Apakah ini untuk membangun sirkuit Formula E? Karena itu termasuk sarana dan prasarana,” ujarnya.
Ia menegaskan, apabila pinjaman tersebut digunakan untuk membangun sirkuit Formula E, maka penggunaan dana publik kembali terjadi. Dan, dapat dipastikan pengembaliannya akan menggunakan dana dari Penyertaan Modal Daerah (PMD) Provinsi DKI Jakarta yang bersumber dari APBD.
“Banyak dana publik yang digunakan untuk Formula E, mulai dari uang APBD, Jakpro, Bank DKI, dan sekarang giliran Ancol,” kata Prasetio.
Menanggapi itu, Corporate Communication Manager PT Pembangunan Jaya Ancol, Eko Nugroho menegaskan pinjaman itu tidak ada kaitannya dengan Formula E. Katanya, Ancol tidak terlibat dalam persiapan ajang balapan tersebut.
“Seluruh kebutuhan acara sudah ditanggung oleh pihak penyelenggara, termasuk track lintasan (sirkuit),” kata Eko Nugroho, Jumat (24/12/2021).
Sementara itu, Sekretaris perusahaan Bank DKI Herry Djufraini mengatakan, dana Rp1,2 triliun yang dipinjamkan pihaknya ke PT Pembangunan Jaya Ancol untuk tambahan modal kerja operasional Ancol, refinancing PUB II Obligasi Tahap II, dan revitalisasi Ancol.
“Penyaluran kredit itu tidak ada kaitannya dengan Formula E,” jelas Herry.
Sebelumnya, Ketua Panitia Pelaksana Formula E Ahmad Sahroni memastikan event balapan Formula E yang rencananya akan digelar pada 4 Juni 2022 tidak menggunakan dana APBD sepeser pun.
“Yang pasti pelaksanaan Formula E tidak menggunakan APBD. Tolong dicatat itu,” kata Ahmad Sahroni saat mengumumkan ditetapkannya Ancol sebagai lokasi sirkuit Formula E, Rabu (22/12).
Ia pun mengungkapkan, untuk membiayai segala keperluan persiapan event internasional ini pihaknya akan mencari dana dari sponsor.
“Karena ajang ini berskala internasional, maka banyak merek dagang dari luar negeri yang akan ikut andil,” pungkas Sahroni.