Langsung ke konten
News

Anies Bersyukur Formula E Enggak Jadi Digelar di Monas

Redaksi Diperbarui
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1

KabarJakarta.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan merasa bersyukur event Formula E tidak jadi digelar di Monas, melainkan di Ancol.

Anies menyatakan hal ini saat menghadiri acara PKS DKI Jakarta di kawasan Ancol, Jakarta Utara, beberapa hari lalu.

Kehadiran Anies di acara diketahui dari video yang diunggah oleh Relawan Anies Baswedan, Geisz Chalifah, di media sosialnya. Dalam video itu Anies menyebut Formula E Jakarta akan disiarkan secara langsung di 170 negara.

“Ini disiarkan langsung lebih dari 170 negara, menyiarkan langsung pertandingan itu,” kata Anies dalam video yang diunggah Geisz.

Di dalam rekaman video itu Anies menceritakan tentang rencana awal Formula E Jakarta digelar di Monas. Katanya, saat itu Monas diupayakan jadi lokasi balap mobil listrik untuk mengenalkan ikon Jakarta.

“Kami ingin kita (Jakarta) punya ikon yang dunia tahu. Kenapa ingin di Monas? Supaya wajah Monas itu, gambar Monas itu nanti menjadi ikon dunia. Kalau lihat bangunan itu, ini Jakarta, kalau lihat Jakarta, ini Monas. Itu cita-citanya, tapi eh enggak boleh, bapak ibu. Ya sudah jadi pindah ke mana? Pindah ke Ancol,” terangnya.

Lalu Anies berbicara soal hikmah Formula E yang akhirnya pindah ke Ancol. Dia mengatakan, arena sirkuit Formula E di Ancol berlatar belakang Jakarta International Stadium (JIS). Artinya, yang akan disorot dunia adalah JIS.

“Subhanallah apa yang terjadi? Gambarnya, latar belakangnya Jakarta International Stadium. Jadi nanti kalau pertandingan background-nya JIS, bukan kita yang meniatkan. Digusur, digusur, digusur, akhirnya kita di sini.” tuturnya.

“Dan ketika di sini akhirnya nanti yang jadi ikon Jakarta adalah JIS, Alhamdulillah. Padahal dulul rencananya adalah Monas,” lanjut Anies.

Dia menyebut ini merupakan hikmah yang muncul di kemudian hari. “Cuma kita ini memang bukan Khidr. Kalau kita Nabi Khidr, kita akan tahu sebelum kejadian. Kini rombongan Musa, pak. Kejadian dulu baru tahu hikmahnya,” ujarnya.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) ini juga berharap Museum Rasullah di Jakarta segera terealisasi tahun depan.

Komentar Relawan Anies

Sementara itu, Geisz Chalifah, Relawan Anies Baswedan berpendapat soal hikmah yang terjadi di Jakarta. Komisaris Ancol ini berencana menulis buku soal cerita di balik kejadian di Ibu Kota.

“Selalu dan selalunya ada hikmah dari berbagai kejadian. Kelak nanti setelah ini semua berakhir, jalan mendaki dan terjal ini terlewati. Saya akan menulis buku beragam cerita fakta di balik berbagai kejadian di Jakarta,” tuturnya.

Perihal pernyataan Anies yang menyebut kata ‘digusur’, Geisz menyebut hal itu tentang perindahan lokasi Formula E dari Monas ke wilayah lain sampao pada akhirnya diputuskan digelar di Ancol.

“Perpindahan dari Monas ke wilayah lain, selain Monas. Yang akhirnya ditetapkan di Ancol,” tuturnya.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua