KabarJakarta.com - Masyarakat mempertanyakan kebenaran kabar yang menyebutkan Pemprov DKI Jakarta menggunakan uang hasil infak dan sedekah sholat Idul Fitri di Jakarta International Stadium (JIS) untuk membiayai revitalisasi Pasar Gembrong, Jatinegara, Jakarta Timur, yang terdampak peristiwa kebakaran beberapa waktu lalu. Wakil Ketua II Baznas Bazis DKI Jakarta Suharto Amjad meluruskan informasi tersebut.
Kata Suharto, uang infak yang dimaksud untuk pembangunan masjid di lingkungan terdampak kebakaran Pasar Gembrong. Menurutnya, sejak awal uang infak JIS tersebut memang diakadkan untuk hal tersebut.
“Kalau untuk dana yang dikumpulkan di JIS memang sudah diakadkan dari awal diadakan untuk pembangunan masjid atau musholah yang terdampak di Pasar Gembrong,” kata Suharto Amjad, Senin (4/7).
Dia menjelaskan, uang tersebut hanya untuk pembangunan masjid, bukan untuk pembangunan rumah. Katanya, hal ini dinamakan infak Muqayyad.
“Jadi, seluruh perolehannya memang digunakan untuk pembangunan masjid sebagaimana dijanjikan. Jadi, infak muqayyad terikat peruntukannya untuk yang diakadkan.,” ujarnya.
Kata Suharto lagi, nantinya terdapat dua masjid yang akan dibangun di Kampung Gembira Gembrong, salah satunya direncakan akan dibangun dengan bentuk tiga tingkat.
“Ada dua masjid, satu akan tetap jadi musholah yang di tengah. Insya Allah jika dananya mencukupi satunya lagi akan kita jadikan masjid tingkat tiga, di mana di ruangan bawah akan bisa digunakan untuk kepentingan aktivitas sosial warga,” terang Suharto.
Biaya Revitalisasi Pasar Gembrong Rp7,8 Miliar
Diberitakan sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melakukan peletakan batu pertama revitalisasi Kampung Gembira Gembrong. Anies menyebutkan, revitalisasi itu akan menghabiskan biaya sebesar Rp7,8 miliar.
Mengutip dari rilis Pemprov DKI Jakarta yang dipublikasikan di ppid.jakarta.go.id, total anggaran Rp7,8 miliar itu merupakan hasil kolektif yang dikumpulkan Baznas Bazis DKI Jakarta, terutama saat pengumpulan infak dan sedekah saat berlangsung sholat Idul Fitri di JIS awal Mei 2022 lalu.
Anies berharap revitalisasi itu dapat menghadirkan wajah baru dan memberikan kenyamanan bagi warga.
“Sekitar akhir April lalu, kawasan Kampung Gembrong terbakar. Setelah ini kemudian kita menyiapkan bantuan pertama adalah untuk bisa kelangsungan hidup dan tempat tinggal sementara. Berbagai support lainnya, mulai administratif sampai tentang kebutuhan dasar. Tapi yang paling penting dari itu semua adalah pembangunan kembali tempat ini. Karena hari ini kita melakukan peletakan batu pertama untuk pembangunan ulang. Kampung Gembrong ini rencananya dinamai Kampung Gembira Gembrong. Ada 136 unit yang nanti akan dibangun di atas lahan 1.200 meter persegi, yang menelan biaya Rp7,8 miliar,” ujar Anies dalam rilis Pemprov DKI, Jumat (1/7).
Dia berharap pembangunan Kampung Gembira Gembrong ini diawasi. Dia mengapresiasi Pemkot Jaktim yang menyiapkan dukungan sehingga proses pembangunan bisa dimulai.