Langsung ke konten
News

Anies Dinilai Gagal Sejahterahkan Warga Jakarta, Nih Buktinya!

Redaksi Diperbarui
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1

KabarJakarta.com - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah menyejahterahkan warga Ibu Kota. Dia menyebut, harga air bersih di Jakarta Utara lebih mahal dibandingkan dengan harga minyak goreng. Said Iqbal mengatakan itu saat hadir di acara May Day Fiesta.

Awalnya, Said Iqbal memaparkan soal lima permintaan kepada negara tentang jaminan social (jamsos) para buruh. Salah satunya soal jaminan air bersih. Dia membandingkan dengan Presiden Turki Erdogan yang memberikan air bersih secara gratis kepada rakyatnya.

“Erdogan juga memberikan orang jompo makan gratis seumur hidup, jalan-jalan seumur hidup, dan orang-orang di Istanbul boleh ambil air bersih secara gratis,” kata Said di Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Sabtu (14/5/2022).

Kemudian dia membandingkan dengan kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Dia menyebut harga 1 liter air bersih di Jakarta Utara lebih mahal dibanding dengan harga minyak goreng.

“Gubernur DKI Jakarta belum berhasil. Di Jakarta Utara harga air bersih 1 liter lebih mahal daripada minyak. Tidak boleh ada di negara yang kaya,” tegasnya.

Tak hanya itu, dia juga menyinggung soal jaminan pengangguran. Menurutnya, warga yang tak bekerja juga harus diberi uang karena semua warganya diwajibkan membayar pajak.

“Kita kalau nganggur, negara harus bayar. Kenapa? Karena saat Anda bekerja, saya bekerja dan kita semua bekerja itu bayar pajak, dan pajak itu harus disisihkan kepada negara dan pengusaha dari sisi keuntungan perusahaan untuk namanya redistribusi kekayaan yang adil dan merata,” terang Said Iqbal.

“Dalam bentuk apa? Kalau kita nganggur, dibayar. Un-employment insurance,” tambahnya.

Pada hari ini, Sabtu (14/5), serikat buruh merayakan May Day Fiesta di kawasan GBK, Senayan, hingga DPR. Mereka mengusung 18 tuntutan, di antaranya meminta turunkan harga bahan pokok (sembako), seperti minyak goreng sampai dengan menolak upah murah.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua