Langsung ke konten
News

Anies Latah Bikin Channel YouTube, Namanya ‘Dari Pendopo’

Redaksi Diperbarui
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1

KabarJakarta.com -- Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan membuat tayangan program di kanal YouTube yang diberi nama ‘Dari Pendopo’. Video tayang perdananya diunggah pada Sabtu, 11 Desember 2021.

Anies menjelaskan alasannya membuat program tersebut. “Jadi begini. Selama ini saya menjalani begitu banyak hal yang jadi pengalaman, ada persepektif, ada pengalaman ada pembelajaran yang itu semua saya rasakan, saya jadikan bahan refleksi dan menjadi bahan untuk saya bertindak dan berpikir,” kara Anies Baswedan, Senin (13/12/2021).

Anies, melalui program ‘Dari Pendopo’ tersebut akan menawarkan beragam perspektif dari sejumlah topik dan permasalahan. Ia berharap masyarakat yang menonton bisa menambah wawasan mereka dengan menyimak tayangan-tayangan dari channel YouTube miliknya itu.

“Jadi ini perspektif dari kami. Ini adalah bayangan dari kami, itu yang saya ingin sampaikan. Jadi apa isinya cerita Dari Pendopo ini, lihat saja nanti satu persatu saya akan bagikan,” ujarnya.

Soal kecurigaan bahwa channel YuoTube tersebut merupakan bagian dari upayanya mempersiapkan pertarungan Pilpres 2024, Anies membantahnya. Ia menyebut bahwa program Dari Pendopo murni mendiskusikan soal isu-isu yang ada di Ibu Kota Jakarta.

“Program Dari Pendopo ini kaitannya dengan kebijakan kami di Jakarta,” tutunya.

Beragam kebijakan yang dibuat, lanjut Anies, memiliki latar belakang, tujuan dan aspek lain yang harus dijelaskan. Tayangan Dari Pendopo inilah yang akan menjelaskan hal itu semua.

“Jadi Dari Pendopo ini adalah cerita tentang kebijakan-kebijakan yang kita susun. Prosesnya, latar belakangnya, tujuannya, aspek-aspeknya, sehingga ini menjadi informasi yang lengkap,” terang Anies Baswedan.

Menurut mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) ini, banyak kebijakan Pemprov DKI harus diinformasika ke publik secara utuh. Misalnya, tidak banyak yang tahu bahwa kebijakan pembangunan trotoar dan integrasi transportasi di Jakarta didasarkan pada interaksi Anies dengan warga DKI Jakarta.

“Kemudian terkait dengan bantuan sosial, penanganan Covid-19, dan banyak lagi cerita di balik proses itu yang selama ini belum terceritakan ke masyarakat, yang tidak bisa diceritakan doorstop ke media, enggak bisa diceritakan di konferensi pers juga,” jelasnya.

“Karena tulah saya menyiapkan ini sebagai cara untuk menceritakan proses itu semua,” tambahnya.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua