KabarJakarta.com - Anies Baswedan mengungkapkan peristiwa ketika dirinya ditawari Prabowo Subianto menjadi calon Wakil Presiden (cawapres) ketika dirinya belum genap setahun menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Anies mengaku saat itu dia menolak ajakan Prabowo tersebut.
“Saya bertugas di Jakarta belum satu tahun, ketika diundang Pak Prabowo dan ditawari menjadi calon Wakil Presiden. Waktu itu saya ucapkan terima kasih, tawaran itu adalah sebuah kehormatan, tetapi saya berjanji untuk bertugas di Jakarta selama lima tahun,” kata Anies, Selasa (11/10/2022).
Dia menceritakan itu untuk menyangkal tuduhan bahwa dirinya adalah “petualangan” politik.
“Alhamdulillah ini masih minggu terakhir saya menjabat sebagai Gubernur DKI, tuntas sudah. Insya Allah husnulkhotimah. Jadi di mana petualangnya? Justru saya ini mau konsisten, bahkan saat diajak untuk jadi cawapresnya Pak Prabowo, saya sampaikan bahwa janji saya punya untuk tetap di Jakarta. Itu adalah sebuah kehormatan,” ujar Anies.
“Apa iya saya harus mengkhianati janji saya,” katanya menambahkan.
Selain ditawari menjadi cawapres pendamping Prabowo, Anies juga mengaku pernah didatangi pimpinan-pimpinan partai politik. Namun, dia tidak menyebutkan partai politik mana yang dimaksud. Dia menyebutkan, pertemuan itu terjadi saat dirinya menonton final Abang None Jakarta.
“Di tahun 2018 saya didatangi oleh pimpinan-pimpinan partai politik, meminta saya untuk menjadi capres 2019. Saat itu saya sedang menonton final Abang None Jakarta 2018,” ungkapnya.
Seperti yang diucapkan kepada Prabowo, Anies menolak tawaran itu. “Saya bilang, saya ini komitmen di Jakarta lima tahun, saya tidak bersedia,” tuturnya.
Anies menegaskan akan ada waktunya nanti dia mengungkapkan semua. Dia juga mengatakan pertemuan dengan pimpinan partai politik yang dimaksud disaksikan oleh beberapa orang.
“Nanti ada waktunya akan saya ceritakan. Ada saksi di pertemuan itu,” kata Anies.
Soal kepemimpinannya di Jakarta, Anies mengatakan jika ada janji yang tidak dia tepati, dia memastikan tidak secara sengaja mengingkari janjinya itu, tapi karena ketidakmampuan dan kekurangan sumber daya.
“Ada kendala sehingga tidak mampu terlaksana, tapi bukan tidak terlaksana karena memang kesengajaan. Saat itu saya pernah berjanji akan lima tahun di Jakarta,” pungkasnya.