KabarJakarta.com -- Kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memangkas anggaran normalisasi sungai di Ibu Kota dikritisi oleh Wakil Ketua Komisi E DPRD DKI, Anggara.
Di sisi lain, kata Anggara, Anies berani berutang demi membayar commitment fee Formula E.
Anggara menyebutkan, Anies membatalkan anggaran normalisasi sungai dengan nilai Rp20 miliar lebih kecil dibandingkan utang pembayaran commitment fee Formula E.
“Baru kali ini ada Gubernur bela-belain utang demi mengadakan acara balapan mobil, bukan untuk hal yang mendesak seperti membayar gaji karyawan atau mengatasi persoalan banjir di wilayahnya,” kata Anggara dalam keterangan tertulisnya, Senin (8/11/2021).
Ia membeberkan utang yang diajukan Anies ke Bank DKI sebesar 10 juta Poundsterling atau sekitar Rp180 miliar.
“Ironisnya di saat yang sama dia membatalkan anggaran pembebasan tanah normalisasi sungai sebesar Rp160 miliar dengan alas an defisit anggaran,” ungkapnya.
Ia menyebutkan, pada akhir 2019 Dinas Sumber Daya Alam DKI Jakarta sudah siap membayar Rp160 miliar untuk pembebasan 118 bidang tanah di bantaran sungai Ciliwung yang berlokasi di Pejaten Timur, Tanjung Barat, Cililitan, dan Balekambang.
“Pembayaran itu sebenarnya hanya tinggal menunggu Keputusan Gubernur (Kepgub) penetapan lokasi yang akan dibebaskan. Namun, pembebasan batal karena anggaran dibatalkan,” tuturnya.
Lebih detail lagi diceritakannya, pembayaran pembebasan lahan tersebut batal dilakukan. Pada 30 Desember 2019, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) justru membayar termin kedua Formula E sebesar Rp180 miliar dengan menggunakan dana APBD, sehingga total yang sudah disetorkan sebesar Rp360 miliar.
“Ini menunjukkan bahwa Anies lebih mementingkan acara balap mobil listrik itu dibandingkan mengatasi banjir di Jakarta,” tukas Anggara.
Sebagai informasi, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pernah memberikan surat kuasa kepada Kepala Dispora DKI Achmad Firdaus untuk meminjam uang pembayaran commitmen fee ke Bank DKI. Surat kuasa itu bernomor 747/-072.26 yang ditandatangani Kepala Dispora DKI dan Gubernur DKI Anies Baswedan.