KabarJakarta.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membeberkan tantangan hidup bagi warga DKI Jakarta, yaitu mulai dari kepemilikan tempat tinggal jangka panjang hingga kebutuhan pangan.
“Di Jakarta ini, salah satu tantangan kita adalah memastikan bahwa semua unsur masyarakat yang ada di kota ini, bisa tinggal dengan tenang dan nyaman dalam jangka panjang,” kata Anies di acara Jakarta Melayu Festival, Ancol, Jakarta Utara, Rabu (17/8/2022).
Lalu dia menyinggung masalah ketersediaan pangan di Jakarta. Menurutnya, harga pangan yang terus meningkat akan menyulitkan warga Jakarta.
“Di sisi lain harga pangan di Jakarta, tiap hari semakin tinggi,” ujar Anies.
Kembali ke persoalan tempat tinggal, Anies menyinggung keadilan bagi warga Jakarta. Keadilan ini terkait nilai pajak tanah dan bangunan. Sebab semakin meningkatnya nilai pajak bangunan itu akan berdampak kepada warga berpenghasilan rendah.
“Tanpa kita sadari, pemerintah yang selalu mengatakan keadilan sosial di setiap upacaranya, memiliki aturan tentang pajak tanah dan bangunan yang bisa diartikan sebagai ‘kami meningkatkan pendapatan daerah dengan meningkatkan PBB, pada saat yang sama itu adalah kalimat sopan untuk mengatakan kami akan mengosongkan Jakarta dari penduduk yang tak mampu membayar pajak,” ujar dia.
“Ini adalah kenyataan yang sudah bertahun-tahun kita jalani. Karena itu kita di Jakarta, mau mengubah itu,” tegas Anies.
Anies pun menyebut kebijakan Pemprov DKI Jakarta yang menggratiskan pajak bangunan bagi rumah yang harganya di bawah Rp2 miliar. Hal itu disebutnya sudah menjadi suatu keadilan bagi masyarakat.
“Keadilan sosial itu bukan hanya jadi statement, keadilan sosial itu jadi kenyataan. Dan Alhamdulillah, DKI Jakarta mengadopsi kebijakan di mana semua rumah di Jakarta dengan NJOP di bawah Rp2 miliar, maka PBB-nya dinolkan,” ujarnya.
“Apa yang terjadi ketika dinolkan PBB-nya, yang terjadi adalah sebanyak 85 persen rumah yang ada di Jakarta tidak perlu lagi bayar Pajak Bumi dan Bangunan. 15 persennya tetap harus bayar, tapi 15 persen pun dengan sebuah ketentuan, ada kebutuhan dasar manusia yang tak mungkin dipajakin,” pungkas Anies.