Langsung ke konten
News

Anies Titip Sumur Resapan dan JIS Kepada Pj Gubernur DKI Pengganti Dirinya

Redaksi Diperbarui
Kabarjakarta.com
Kabarjakarta.com

KabarJakarta.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta Pejabat (Pj) Gubernur DKI meminta penerusnya melanjutkan program sumur resapan untuk mengatasi permasalahan banjir di Jakarta. Anies menyampaikan itu dalam paparannya di Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 25 Tahun 2022 tentang Rencana Pembangunan Daerah (RDP) Provinsi DKI Jakarta tahun 2023-2026, yang ia ditandatangani 10 Juni 2022.

“Penanganan banjir di Jakarta tidak lagi hanya membuat atau meluruskan aliran sungai-sungai dengan konstruksi beton atay sheetpile,” kata Anies dalam Pergub tersebut.

“Air yang mengalir dari selatan Jakarta ke muara utara Jakarta dapat ditahan lama melalui pembangunan waduk-waduk dan memperbanyak sumur respan di daerah selatan Jakarta,” lanjut Anies.

Karena itu, salah satu program penanganan banjir di masa selanjutnya yang akan terus dilanjutkan adalah pembangunan sumur resapan untuk meningkatkan kapasitas Pemanenan Air Hujan (PAH).

Untuk diketahui, pembangunan sumur resapan sempat menimbulkan polemik lantaran dinilai tidak efektif untuk mengatasi banjir di Jakarta. Selain itu, pembangunan sumur resapan dinilai merusak sejumlah jalan yang sebelumnya dalam kondisi mulus. Akibatnya, DPRD DKI Jakarta resmi menghapus anggaran sumur resapan dalam rapat Badan Anggaran (Banggar) pembahasan final RAPBD 2022 DKI Jakarta pada Rabu (24/11/2021) lalu.

“Kesepakatan di Banggar anggaran sumur resepan dinolkan. Jadinya, enggak ada kegiatan lagi untuk sumur resapan,” kata Wakil Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Nova Paloh.

Adapun anggaran yang dicoret untuk sumur resapan dari Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta sebesar Rp330 miliar. anggaran tersebut masuk ke pembahasan Komisi B dan disepakati Rp122 miliar. namun, saat dibawa ke rapat Banggar, nominal tersebut dicoret.

Manfaatkan JIS Untuk Event Olahraga dan Acara Keagamaan

Di Pergub yang sama, Anies juga meminta kepada Pj Gubernur DKI Jakarta untuk memanfaatkan Jakarta International Stadium (JIS) sebagai pusat kegiatan olahraga, seni budaya, ekonomi, hingga keagamaan.

Dalam RDP, Anies menekankan bahwa JIS yang berlokasi di Sunter, Jakarta Utara, adalah stadion berkonsep green building pertama di Indonesia. Stadion ini dibangun sejak 2019 berdasarkan standar FIFA dan mengusung konsep multipurpose venue.

“Ke depan, upaya pemerintah bersama BUMD dan kolaborator lainnya akan bertitik berat pada upaya mengembangkan dan menghidupkan Kawasan stadion ini (JIS) dengan berbagai kegiatan olahraga, seni budaya, ekonomi, hingga acara keagamaan berskala lokal, nasional, dan internasional,” tuturnya.

Harapannya, lanjut Anies, JIS tidak hanya mampu berkelanjutan secara finansial, tetapi juga mampu berkelanjutan memuat perekonomian kawasan, kita, dan bahkan nasional.

Dia menyatakan, akses dari dan menuju kawasan JIS juga harus terintegrasi dengan moda transportasi publik seperti bus dan LRT, yang terhubung dengan akses pejalan kaki yang memadai.

Saat ini, akses ke JIS sudah tersambung langsung dengan bus TransJakarta, dan ke depannya LRT Rawamangun-Kelapa GAding juga akan tersambung hingga ke JIS.

“Selain itu juga didorong melalui pengembangan aksesbilitas stasiun KRL JIS yang merupakan kewenangan Pemerintah Pusat,” tuturnya.

Anies menambahkan, konsep integrasi kawasan JIS ini tidak hanya dari sisi fisik, tetapi juga dari sisi bisnis dan manajemen untuk memaksimalkan potensi ekonomi pariwisata yang tinggi, misalnya dengan mengintegrasikan dengan kawasan wisata Ancol.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua