Kabarjakarta.com - Sebanyak 22 Anggota pengurus baru Persatuan Atletik Master Indonesia ( PAMI) Provinsi DKI Jakarta periode 2021- 2025 dikukuhkan dan dilantik, Minggu (20/03) di stadion Atletik Rawamangun, Pulo Gadung, Jakarta Timur. Diketuai August Hamonangan, pengukuhan serta pelatikan pengurus PAMI DKI Jakarta dilaksanakan dengan penerapan Protokol Kesehatan sesuai status penerapan PPKM Level 2 di Jakarta.
Dihadiri Perwakilan Dinas Olahraga dan Pemuda , Dinas Sosial serta Komite Olah Raga Nasional (KONI ) DKI Jakarta serta pihak terkait, pengukuhan serta pelantikan pengurus PAMI DKI Jakarta 2021 - 2025 juga diisi dengan dialog interaktif Sosilisasi Peraturan Daerah ( Sosperda ) Nomor 1 Tahun 2016 tentang KeolahRagaan yang membahas Pembinaan dan Pengembangan olahraga pada Bab V Bagian Kesatu Pasal 13 butir 1, Pembinaan dan pegembangan olahraga ditujukan pada : olahraga Pendidikan, olahraga Rekreasi dan olahraga Prestasi.
Dalam sambutannya, August Hamonangan selaku Ketua PAMI DKI Jakarta masa jabatan 2021 - 2025 menyatakan apresiasi serta berterima kasih untuk kepercayaan kepada dirinya serta pengurus yang baru guna menjabat dan melakukan kegiatan organisasi dengan berpijak pada Peraturan Daerah Keolahragaan DKI Jakarta. Selain itu August juga berharap agar para atlet Senior dan Master Atletik mendapatkan perhatian,khususnya dari Dinas Olah Raga dan Sosial DKI Jakarta melalui Suku Dinas (Sudin- sudin ) di beberapa wilayah. Karena meskipun para atlet senior dan master ini sudah memberikan prestasi terbaiknya ketika masih aktif sebagai atlet di masa muda. Tetapi disaat para atlet ini menjadi senior dan master, Pemprov DKI Jakarta dapat terus memberikan perhatian berupa dukungan dan fasilitas agar para atlet senior dan master seperti di PAMI ini dapat terus berlatih dan berprestasi.
" Kami tidak mau dianggap hanya sebagai pelengkap atau pengisi waktu luang. Ternyata dari teman teman Persatuan Atletik Master Indonesia masih giat -giatnya berlatih dan ingin berprestasi. Tadi sudah disampaikan ada yang berprestasi di tingkat nasional hingga international. Karenanya kami minta dukungan dan perhatian baik dari dinas Olahraga dan Pemuda serta Dinas Sosial karena para atlet master ini masuk kategori lansia. Setidaknya apabila Kami membutuhkan tempat untuk latihan atletik bisa disubsidi dan difasilitasi. Untuk program PAMI kedepannya, kami akan melibatkan masyarakat dan Aparatur Sapil Negara ( ASN ) dan kami akan evaluasi keberadaan PAMI apakah akan tetap di Forum Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia ( FORMI) atau di KONI, pertama karena adanya prestasi dan kedua ada rekreasi ", tutur August
Suyoto, Kasudin Olahraga dan Pemuda Jakarta Timur saat ditemui di lokasi pelantikan pengurus baru PAMI 2021- 2025 menyatakan " Pelantikan ini akan mengokohkan organisasi PAMI Kedepannya dan tentunya akan bisa meningkatkan dan memprogramkan apa -apa yang menjadi tujuan PAMI yang bisa mengakomodir para anggotanya. Kami yang mewakili Dinas dan Sudin Olahraga Jakarta Timur mengucapkan selamat dan sukses kepada Pengurus baru PAMI 2021 - 2025 dan tetap bisa membawa PAMI lebih baik lagi," ujar Suyoto.
Sebagai Informasi ide organisasi Persatuan Atlet Master Indonesia sendiri sudah mulai dibicaran saat pelaksaan Pekan Olahraga Nasional ( PON ) pertama Indonesia tahun 1948 di Solo, tepatnya di Stadion Sriwedari ketika atlet Atletik 3 zaman sempat berkumpul pada waktu itu. Khusus organisasi PAMI sendiri dicetuskan bersamaam dengan pencanangan Hari Olahraga Nasional ( Haornas ) pada 9 September 1983. Dengan penamaan pertama organisasi sebagai Persatuan Atlet Veteran Indonesia ( PAVI ). Dalam pasang surutnya, tahun 2006 diadakan Musyawarah Nasional hingga tercetus nama organisasi Persatuan Atletik Master Indonesia Untuk keanggotaan, atlet yang tergabung di PAMI saat - saat awal berdiri adalah para atlet berumur 35 hingga 40 tahun. Tetapi saat ini Keanggotaan atlet PAMI mulai menyasar atlet berumur 30 hingga 35 tahun agar para atlet yang memasuki usia dewasa dan lanjut dapat bergabung. Keberadaan organisasi PAMI diharap dapat terus eksis mengingat PAMI merupakan anggota Organisasi World Masters Athletic ( WMA ) sebuah organisasi Atlet Master Atletik bertaraf International di dunia.