KabarJakarta.com -- Penyidik Bareskrim Polri memeriksa Azam Khan dalam kasus dugaan ujaran kebencian bernuansa SARA dengan tersangka Edy Mulyadi. Azam Khan diperiksa sebagai saksi.
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan mengatakan, Azam Khan diperiksa sebagai saksi pada Rabu (2/2) kemarin.
“AK (Azam Khan) diperiksa selama tujuh jam, dimulai pukul 10.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB,” kata Ahmad Ramadhan, Jumat (4/2/2022).
Kepada Azam Khan, penyidik mencerca 30 pertanyaan. Namun dia tidak memberitahu pertanyaan apa saja yang ditanyakan ke Azam Khan.
Seperti diketahui, dalam sebuah acara yang membahas tentang Ibu Kota Negara (IKN) Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, ada dua ucapan kontroversial diucapkan, yaitu ‘tempat jin buang anak’ yang dilontarkan Edy Mulyadi, dan ‘monyet’ yang terlontar dari mulut Azam Khan.
Azam Khan kemudian meminta maaf apabila pernyataannya telah menyinggung masyarakat Kalimantan.
Awalnya Edy Mulyadi mempertanyakan mengenai manfaat dari Ibu Kota baru di Penajam Paser Utara, Kalimantan Utara. Di pertengahan pembicaraan, Edy Mulyadi menyinggung soal ‘tempat jin buang anak’. Menurut dia, perpindahan Ibu Kota tidak masuk akal.
“Ini ada sebuah tempat elit punya sendiri yang harganya mahal, lalu dijual, pindah ke tempat jin buang anak, lalu nyewa,” ucap Edy Mulyadi.
Edy Mulyadi kemudian bertanya soal tempat tinggal Azam Khan yang saat itu duduk di sampingnya. Azam menjawab bahwa dirinya tinggal di Gunung Sahari, Jakarta Pusat. Dan ditanggapi lagi oleh Edy Mulyadi.
“Mana mau dia sekarang tinggal di Gunung Sahari pindahk ke Kalimantan, Penajam sana, untuk beli rumah di sana,” ujar Edy Mulyadi.
Ditanya seperti itu, Azam geleng-geleng kepala. Dia kemudian melontarkan kata ‘monyet’ setelah Edy Mulyadi menyampaikan pernyataan di atas.
Azam Khan sendiri sudah mengklarifikasi terkait celetukan ‘monyet’ dari mulutnya. Dia menjelaskan, celetukan itu terlontar karena persepsinya daerah Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur adalah hutan, belum ada bangunan.
“Saya menyambutnya sedikit saja, sama dengan monyet,” ucap Azam Khan. (Edward)